Pemkab Banyumas Bahas Arah Pembangunan Daerah dalam Musrenbang RKPD 2027

  • 16 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), Senin (16/3/2026), di Pendopo Si Panji Kabupaten Banyumas.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan menjadi forum strategis dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah yang dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti, Ketua DPRD Banyumas Agus Priyanggodo, Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie, unsur Forkopimda Banyumas, perwakilan instansi vertikal, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kalangan akademisi dan perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta media.

Kepala Bapperida Kabupaten Banyumas Dedy Noerhasan mengatakan Musrenbang RKPD merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2027. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyelaraskan berbagai kepentingan pembangunan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara partisipatif.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan menyampaikan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Banyumas tahun 2027 kepada para pemangku kepentingan, menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat, serta menghimpun berbagai masukan guna menyempurnakan rancangan RKPD.

“Forum ini juga menjadi sarana untuk menyepakati program dan prioritas pembangunan tahun 2027 sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banyumas,” ujar Dedy.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan Musrenbang merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang berfungsi menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan program dan prioritas pembangunan daerah.

Menurutnya, RKPD tahun 2027 merupakan implementasi tahun kedua dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyumas Tahun 2025–2029.

“RPJMD tersebut disusun dengan visi pembangunan daerah yaitu mewujudkan Banyumas Produktif, Adil dan Sejahtera,” ujarnya.

Untuk tahun perencanaan 2027, Pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan tema pembangunan daerah yakni pemenuhan pelayanan dasar, peningkatan daya saing sumber daya manusia, serta efektivitas kelembagaan daerah sebagai landasan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam rangka mewujudkan tema tersebut, pemerintah daerah menetapkan lima prioritas pembangunan Kabupaten Banyumas Tahun 2027. Prioritas tersebut meliputi pemenuhan pelayanan dasar dan kebutuhan dasar masyarakat, peningkatan daya saing sumber daya manusia, pemanfaatan potensi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan efektivitas kelembagaan daerah dalam menangani berbagai isu strategis pembangunan secara kolaboratif, serta peningkatan daya saing infrastruktur guna mendukung pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain prioritas pembangunan tersebut, pemerintah daerah juga terus mendorong implementasi program unggulan bupati yang dikenal dengan program trilas.

“Program trilas merupakan pendekatan pembangunan yang mengedepankan percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor-sektor strategis pembangunan daerah,” ucapnya.

Sadewo juga mengakui kemampuan keuangan daerah memiliki keterbatasan, sementara kebutuhan pembangunan masyarakat terus meningkat. Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi dan sinergi antara kebijakan pembangunan pemerintah kabupaten dengan kebijakan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

“Hasil dari berbagai upaya yang dilakukan, pada tahun 2025 Kabupaten Banyumas berhasil menghimpun pendanaan Non-APBD secara total lebih dari 294 miliar rupiah, yang bersumber dari APBD Provinsi, APBN, CSR dunia usaha, serta lembaga nonpemerintah. Capaian tersebut merupakan hasil dari pendekatan yang inovatif, proaktif, dan kolaboratif lintas sektor,” tuturnya.

Ia menambahkan sinergi pembangunan sangat penting agar berbagai program pembangunan yang dilaksanakan dapat saling mendukung dan memberikan dampak optimal bagi masyarakat.

“Saya mengajak seluruh unsur masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, serta organisasi masyarakat untuk bersama-sama berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mempercepat pembangunan berbagai sektor,” ujarnya.

Sadewo juga menyampaikan Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mendorong berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya rehabilitasi sekolah, pembangunan sarana kesehatan seperti puskesmas rawat inap, perbaikan jalan dan irigasi, penanganan rumah tidak layak huni (RTLH), pengelolaan sampah, penataan pasar, serta pembangunan infrastruktur lainnya.

Selain program pembangunan daerah, Kabupaten Banyumas juga turut mendukung pelaksanaan berbagai program strategis nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), program Koperasi Desa Merah Putih, dan program Sekolah Rakyat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas Agus Priyanggodo turut menyampaikan pokok-pokok pikiran DPRD sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah.

“Dewan Perwakilan Rakyat Daerah memiliki peran konstitusional melalui mekanisme pokok-pokok pikiran DPRD. Pokok pikiran DPRD ini lahir dari proses reses yang kami lakukan secara berkala,” kata Agus.

Menurut Agus, beberapa persoalan yang menjadi perhatian DPRD Banyumas antara lain masalah kemiskinan, infrastruktur seperti jalan, jembatan dan irigasi, tingginya angka pengangguran, anak putus sekolah, serta kasus kematian ibu dan anak.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan perencanaan perangkat daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada perangkat daerah dan kecamatan yang menunjukkan kinerja terbaik dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....