Estafet Tunas Kelapa Kwarda Jawa Tengah 2026 Bawa Pesan Swasembada Pangan
- 06 Sep 2026 20:37 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwarda Jawa Tengah 2026 tidak hanya menjadi rangkaian perjalanan antarwilayah, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya kemandirian pangan. Pesan tersebut sejalan dengan tema ETK tahun ini, yakni “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan”.
Pesan tersebut disampaikan dalam upacara timbang terima Pasukan ETK dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga kepada Kwarcab Banyumas di Lapangan Desa Silado, Kecamatan Sumbang, Minggu (6/9/2026).
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengatakan tema ETK 2026 mendorong Gerakan Pramuka mengambil peran dalam mendukung swasembada pangan melalui kreativitas, inovasi, keterampilan, dan kemandirian.
Menurutnya, semangat tersebut terintegrasi dengan prinsip pembangunan Jawa Tengah, “Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah”.
“Ngopeni berarti merawat dan peduli, merupakan wujud kepedulian Pramuka untuk merawat bumi, menjaga kesuburan tanah, mengayomi petani, dan melestarikan lingkungan lokal,” katanya.
Sementara Nglakoni, lanjutnya, mencerminkan semangat untuk menjalankan tugas dan bekerja keras. Nilai tersebut tercermin dari perjalanan pasukan ETK yang menempuh berbagai rute dengan disiplin dan menerapkan keterampilan dalam aksi nyata.
“Sedangkan Nglakoni berarti menjalankan dan bekerja keras merupakan cermin ketangguhan Pasukan ETK yang menembus berbagai rute perjalanan dengan disiplin, bekerja keras, serta mempraktikkan keterampilan hidup melalui aksi nyata,” ujarnya.
Sadewo berharap pesan tersebut tidak berhenti pada perjalanan ETK, tetapi juga dapat diterapkan anggota Pramuka di tengah masyarakat. Pramuka diharapkan ikut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, mendukung petani, serta mendorong kemandirian dan ketahanan pangan di daerah.
“Melalui kolaborasi antara semangat Gerakan Pramuka dan nilai Ngopeni Nglakoni, saya berharap Pramuka Jawa Tengah dapat terus menjadi benteng moral sekaligus pelopor pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah,” katanya.
Selain membawa pesan swasembada pangan, para peserta ETK juga diharapkan menyebarkan pesan positif dan kepedulian di setiap wilayah yang dilalui. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....