Panen Perdana Sidat Pusaka, Harapan Baru Warga Kampung Laut
- 16 Mar 2026 13:00 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap : Warga Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, menggelar panen perdana ikan sidat dari program Pusat Budidaya & Edukasi Sidat Penikel (Pusaka), Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini menjadi bukti awal keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap dalam mengembangkan potensi ekonomi warga pesisir melalui budidaya sidat.
Panen perdana berlangsung di area kolam budidaya milik kelompok masyarakat setempat. Meski cuaca siang itu cukup terik, antusiasme warga terlihat tinggi untuk menyaksikan hasil budidaya yang telah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir.
Program Pusaka sendiri merupakan salah satu upaya pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan oleh Kilang Cilacap untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal. Warga Desa Panikel sebenarnya sudah lama mengenal ikan sidat yang hidup di perairan sekitar desa, namun sebelumnya belum dikelola secara optimal sebagai komoditas budidaya.
Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sidat Panikel, Ahmad Fauzani, menjelaskan panen dilakukan setelah sidat menjalani masa pembesaran sekitar 120 hari. Dalam prosesnya, pemanenan dilakukan secara selektif agar pertumbuhan ikan tetap terjaga.
“Hanya sidat dengan bobot minimal sekitar 250 gram yang kami ambil untuk panen. Yang ukurannya masih kecil dan sedang kemudian disatukan sesuai ukuran, lalu dipindahkan ke kolam lain untuk dibesarkan lagi,” jelasnya.
Bagi masyarakat Panikel, sidat bukanlah jenis ikan yang asing. Komoditas ini telah lama menjadi bagian dari kehidupan warga yang tinggal di kawasan pesisir dan perairan rawa di wilayah tersebut.
Kepala Desa Panikel, Sumaryo, mengatakan bahwa berdasarkan cerita para orang tua di desa, ikan sidat dulu sangat mudah ditemukan di perairan sekitar Panikel.
“Dari cerita orang tua dulu, sidat di Panikel itu melimpah. Karena itu kami optimistis budidaya sidat ini bisa menjadi produk unggulan desa, bahkan berpotensi menembus pasar internasional, apalagi dengan dukungan dari Pertamina,” ujarnya.
Optimisme serupa juga disampaikan pihak Kilang Cilacap yang melihat potensi besar dari budidaya sidat di wilayah tersebut. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Cilacap, Agustiawan, menilai program Pusaka dirancang untuk mengembangkan potensi lokal agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kami melihat potensi sidat di Panikel sangat besar. Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, sidat dari wilayah ini tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang besar untuk ekspor,” katanya.
Potensi tersebut dinilai cukup realistis. Manajer Teknis Koperasi Minat Sidat Bersatu Kaliwungu, Kedungreja, Cilacap, Andi Budi Sopana, menyebutkan budidaya sidat dari wilayah Cilacap selama ini sudah mulai memasok kebutuhan pasar.
“Untuk pasar domestik, sidat dari Cilacap saat ini sudah diserap oleh salah satu restoran Jepang terkemuka di Jakarta,” ungkapnya.
Panen perdana ini menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Panikel untuk menghidupkan kembali potensi sidat yang pernah melimpah di wilayah tersebut. Melalui pengelolaan yang lebih terarah lewat program Pusaka, warga berharap sidat Panikel tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas hingga mancanegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....