Kemarau Ancam Pertanian, Petani Karangtalun Kidul Istirahatkan Lahan
- 31 Jul 2026 09:13 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini mulai berdampak pada sektor pertanian di sejumlah wilayah Banyumas. Keterbatasan ketersediaan air membuat sebagian petani memilih mengistirahatkan lahan, sementara sebagian lainnya beralih menanam palawija dan sayuran sebagai upaya bertahan di tengah ancaman kekeringan.
Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota Kelompok Tani Sri Sembada, Casim. Menurutnya, pada musim kemarau sebagian besar lahan pertanian di Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati, diistirahatkan karena keterbatasan ketersediaan air. Meski demikian, beberapa petani yang memiliki lahan di dekat sungai masih memanfaatkan kondisi tersebut untuk menanam palawija dan sayuran dengan mengambil air sungai sebagai sumber irigasi.
“Kalau untuk sementara di Desa Karangtalun Kidul karena musim kemarau lahan diistirahatkan lah tanahnya. Paling ada satu dua petani itu untuk tanam palawija yang dekat sungai, nanti kan bisa airnya mengalir dikit nanti buat menyiram tanaman tersebut dan juga ada tanaman-tanaman sayuran itu bisa,” ujarnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tidak hanya memengaruhi pola tanam saja, tetapi juga berdampak pada produktivitas pertanian dan pendapatan petani. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, kelompok tani, serta pihak terkait untuk memastikan ketersediaan air melalui penguatan infrastruktur irigasi, pemanfaatan sumber air alternatif, dan penerapan pola tanam yang sesuai dengan kondisi musim.
Casim menambahkan bahwa ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan kepada petani untuk menghadapi dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Menurutnya, bantuan sarana dan prasarana pengairan serta benih padi yang tahan terhadap kondisi kekeringan akan sangat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian.
“Harapan kami atas nama masyarakat atau petani itu ada bantuan, stimulan, baik itu sarana-prasarana untuk menunjang. Contohnya bantuan pipa air atau mesin pompa air lah untuk mengambil air untuk lahan pertanian atau misalnya sumber bor untuk lahan pertanian atau bantuan-bantuan sarana bibit, padi yang unggul yang tahan kekeringan maupun yang lainnya,” ujarnya.
Musim kemarau menjadi tantangan yang harus dihadapi sektor pertanian setiap tahunnya, terutama di wilayah yang masih bergantung pada ketersediaan air hujan. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah antisipatif agar aktivitas pertanian tetap berjalan dan risiko gagal panen dapat diminimalkan melalui pengelolaan sumber daya air yang lebih optimal.
Selain dukungan infrastruktur, kolaborasi antara pemerintah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi perubahan iklim. Dengan perencanaan yang tepat, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penerapan pola tanam yang sesuai dengan kondisi musim, diharapkan produktivitas pertanian dapat tetap terjaga dan kesejahteraan petani terus meningkat. (Aisyananda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....