Pengawas SMP Banyumas Soroti Dampak Negatif Medsos pada Siswa
- 11 Mar 2026 10:06 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Wacana larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mendapat beragam tanggapan dari berbagai kalangan, termasuk dunia pendidikan. Pengawas SMP dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Amin Hidayat, menilai penggunaan media sosial di kalangan siswa SMP memang perlu mendapat perhatian serius karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif.
Menurut Amin, berdasarkan pengamatannya selama bertugas sebagai pengawas sekolah, penggunaan media sosial di kalangan siswa masih kerap disalahgunakan. Hal ini tidak hanya berdampak pada perilaku, tetapi juga berpengaruh pada semangat belajar siswa.
Ia menjelaskan, banyak siswa yang menghabiskan waktu cukup lama untuk bermain gim, menonton video, maupun berselancar di internet. Kondisi tersebut membuat fokus belajar mereka menurun.
“Banyak penyimpangan dalam penggunaan media sosial. Anak-anak sering kali lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gim atau menonton video dibanding belajar,” ujarnya.
Selain itu, siswa yang masih berada pada usia remaja juga dinilai rentan terpapar berbagai konten negatif di internet yang tidak sesuai dengan perkembangan psikologis mereka. Amin juga mencontohkan salah satu kasus yang pernah ditemuinya saat bertugas di sebuah sekolah.
Seorang siswa diketahui sampai enggan berangkat ke sekolah karena terlalu sering bermain gim. Kasus tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua yang sibuk bekerja, sehingga anak lebih banyak menghabiskan waktunya bermain gim di rumah.
"Bahkan, siswa tersebut harus beberapa kali dijemput oleh teman-temannya agar mau kembali ke sekolah," katanya.
Menanggapi wacana larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, Amin menilai kebijakan tersebut perlu disikapi secara bijak. Ia menyebutkan bahwa di dunia pendidikan sendiri saat ini justru sedang mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, berbagai kebijakan pendidikan juga telah mengarahkan sekolah untuk memanfaatkan teknologi digital. Termasuk penggunaan perangkat pembelajaran berbasis digital seperti papan interaktif di ruang kelas.
Oleh karena itu, ia menilai pelarangan total penggunaan media sosial bagi siswa bukanlah solusi terbaik. Sebaliknya, perlu adanya jalan tengah melalui pengawasan dan pembatasan penggunaan.
“Menurut saya sebaiknya ada pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan. Tidak perlu dilarang sepenuhnya, tetapi harus diarahkan agar digunakan secara bijak,” katanya kembali.
Sehingga Amin berharap para siswa dapat menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakannya. Selain itu, siswa juga diingatkan untuk mematuhi berbagai aturan yang berlaku serta menghindari konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Amin menekankan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat berdampak pada perkembangan psikologis maupun perilaku anak. Oleh karena itu, peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mengawasi aktivitas digital anak-anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....