Samsat Banyumas Ubah Jam Layanan Selama Ramadan

  • 19 Feb 2026 13:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Selama bulan Ramadan 1447 Hijriah, UPPD Samsat Banyumas memastikan pelayanan pajak kendaraan bermotor tetap berjalan. Hanya saja, jam operasional pelayanan mengalami penyesuaian.

Kepala UPPD Samsat Banyumas Erry Raharjono menyampaikan, layanan pada hari Senin-Kamis dibuka mulai pukul 08.00 sampai 14.00, kemudian pada jumat pukul 08.00-11.00. Sementara, pada hari Sabtu, Samsat buka pukul 08.00-12.30 WIB.

Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh titik pelayanan Samsat Banyumas, baik di kantor induk, Samsat Pembantu Wangon, Samsat MPP, Samsat Drivethru, Samsat Paten, maupun Samsat Keliling. Sementara, gerai Samsat malam di Rita Supermal dan car free day (CFD) tetap buka seperti biasa.

“Di hari biasa kami pukul 07.00 kami sudah membuka pelayanan, tetapi selama Ramadan mundur satu jam. Penyesuaian ini dilakukan berdasar kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata Erry kepada RRI.

Penyesuaian ini dilakukan agar pelayanan tetap berjalan optimal, tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah puasa. Erry mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk datang lebih awal, membawa persyaratan yang lengkap, serta memanfaatkan layanan sesuai jadwal agar proses administrasi berjalan lancar.

“Harapan kami, tidak ada masyarakat yang datang di luar jam operasional agar bisa tetap terlayani,” ujar Erry kepada RRI, Kamis (19/2/2026).

Erry juga mengimbau masyarakat tetap tertib membayar pajak kendaraan bermotor. Menurutnya, meski terdapat perubahan dasar hukum dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 menjadi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, pajak yang dibayarkan masyarakat tetap digunakan untuk pembangunan daerah.

“Keyakinan masyarakat bahwa pajak ini tidak akan ke mana-mana. Pasti untuk pembangunan dan akan kembali ke masyarakat juga,” tutur Erry.

Tahun ini, target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Banyumas ditetapkan sebesar Rp185 miliar, sedangkan opsen ditargetkan sekitar Rp120 miliar. Dana opsen tersebut akan langsung dimanfaatkan untuk mendukung pembiayaan layanan dasar dan kebutuhan mendesak daerah, termasuk penanganan bencana.

“Tingkat kepatuhan masyarakat Banyumas masih tinggi. Tahun lalu mencapai sekitar 92,7 persen. Kami optimistis target bisa tercapai,” ucap Erry. (FR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....