Gerakan Pangan Murah Ringankan Belanja Masyarakat Banyumas

  • 14 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Puluhan stan berjajar di Halaman Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Banyumas pada Sabtu (14/2/2026). Beberapa di antaranya menyediakan produk-produk UMKM dan bahan kebutuhan pokok, seperti beras, telur, minyak goreng, frozen food, dan lain sebagainya.

Stan-stan dihadirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam program Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan tersebut dibuka sejak pagi dan disambut antusias oleh masyarakat.

Salah seorang warga bernama Anhar, merasa terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah. Sebab, harga yang ditawarkan mayoritas lebih murah dibanding pasaran.

“Saya beli bawang merah dan terigu. Selisih harganya lumayan. Sekitar 10 persen. Bermanfaat sekali program ini karena bisa belanja lebih hemat,” ujar Anhar kepada RRI.

Warga Purwokerto Utara tersebut merasa harga sejumlah kebutuhan pokok meningkat jelang Ramadan. Oleh karena itu, ia berharap, kegiatan semacam ini bisa digelar secara rutin.

“Harapannya lebih sering diadakan. Jangan cuma di perkotaan, tetapi juga di daerah-daerah desa biar semakin banyak yang beli,” tuturnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Feni. Ibu rumah tangga ini mengaku bisa belanja lebih hemat karena beberapa sembako dalam kegiatan tersebut dibanderol lebih murah dari harga pasar.

“Ada yang harganya sama, ada juga yang lebih murah. Tergantung barangnya, tetapi cukup membantu karena sisa uang belanjanya bisa dipakai buat yang lain,” tuturnya.

Adapun Gerakan Pangan Murah di Banyumas menjadi salah satu agenda dalam acara Gubernur Menyapa dan launching program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan.

Gerakan Pangan Murah ini merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya menjaga satabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri. Rencananya, gerakan pangan murah ini akan digelar lebih dari 300 kali di seluruh daerah di Jawa Tengah sampai Maret 2026.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng, secara umum, ketersediaan pangan pokok di Jawa Tengah dalam kondisi surplus. Namun, pada Februari ini terindikasi ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, terutama menjelang Ramadan.

Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan, di antaranya cabai yang naik sekitar 35,7 persen dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800/kg, Minyakita Rp16.300/liter atau naik 3,4 persen dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700/liter, daging kerbau beku Rp110.000/kg atau naik 38,4 persen dari HPP Rp80.000/kg; jagung untuk peternak ayam petelur Rp6.250/kg atau naik 7,4 persen dari HPP Rp5.500/kg.

Oleh karenanya, GPM dinilai menjadi salah satu langkah strategis, guna mengendalikan harga bahan pokok supaya stabil dan terjangkau oleh masyarakat. (FR).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....