UMKM Banyumas Dibekali Standar Pangan untuk Sokong MBG

  • 13 Feb 2026 21:28 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sebanyak 180 pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas mendapat pembekalan standar keamanan pangan untuk mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pelatihan digelar selama dua hari (11-12/2/2026) di Pendopo Si Panji melalui kolaborasi Tim Penggerak PKK Banyumas dan Baznas Banyumas.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi kudapan atau snack rumahan agar memenuhi aspek higienitas, keamanan, dan nilai gizi. Para peserta berasal dari unsur PKK kecamatan, desa, kelurahan, pelaku UMKM berbagai organisasi, hingga masyarakat umum.

Ketua Bidang 4 Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas, Linawati Budhi Setiawan, menjelaskan pelatihan dirancang untuk menyiapkan UMKM masuk dalam ekosistem pasokan MBG. Selain teknis pengolahan pangan, peserta juga dibekali pemahaman standar keamanan pangan dan penyusunan menu kudapan bergizi.

“Kegiatan ini untuk mempersiapkan kader PKK dan organisasi lokal dalam mendukung rantai pasok program Makan Bergizi Gratis, memberikan pemahaman mengenai standar keamanan pangan, serta meningkatkan kompetensi dalam menyusun variasi menu kudapan yang bergizi dan aman,” tuturnya.

Materi pelatihan juga mencakup kebijakan pemenuhan gizi, mekanisme kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta peluang pengembangan UMKM dan home industry pangan di wilayah masing-masing.

Staf Khusus Kemenko Bidang Pangan, Suhanto, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi inisiatif daerah dalam menyiapkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari dukungan program nasional. Ia menilai model pelatihan seperti ini berpotensi direplikasi di daerah lain.

“Sekali lagi terima kasih atas inisiatif yang sangat baik ini, dan tentunya kami dari pemerintah pusat akan terus memonitor. Kalau memang ini baik bukan tidak mungkin akan kita jadikan gerakan nasional,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan bahwa pelatihan tidak hanya bicara teknis produksi, tetapi juga perluasan peluang usaha bagi UMKM lokal. Ia berharap peserta dapat menjadi penggerak peningkatan mutu produk pangan di wilayahnya sekaligus membuka peluang kemitraan dengan SPPG.

“Saya berharap para peserta bisa menjadi penyambung informasi di wilayahnya. Jika ada UMKM atau home industri yang potensial, dapat didorong agar kualitasnya meningkat, lebih tertib, lebih aman, dan bisa bekerja sama dengan SPPG untuk mendukung kebutuhan pemenuhan gizi anak,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....