Mahasiswa KKN UMP Olah Limbah Kambing Jadi Briket
- 09 Feb 2026 15:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kelompok 012 melaksanakan program kerja unggulan kelompok, pembuatan briket dari kotoran kambing di Desa Karangbawang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Program ini memanfaatkan limbah ternak menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Koordinator Desa KKN UMP Karangbawang, Syafri Hardiansyah, mengatakan program tersebut dipilih karena potensi peternakan kambing di desa setempat cukup besar, namun limbah kotorannya selama ini belum dikelola secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan.
“Selama ini kotoran kambing hanya dibiarkan menumpuk atau dibuang. Dari situ kami melihat peluang untuk mengolah limbah tersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui pembuatan briket,” ujar Syafri pada Senin (09/02/2026)
Ia menambahkan, bahan baku kotoran kambing mudah diperoleh karena sebagian besar warga Desa Karangbawang beternak kambing. Selain itu, proses pengolahannya relatif sederhana dan bisa dilakukan dengan peralatan yang mudah dijangkau oleh masyarakat.
Program pembuatan briket ini, bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu mengolah limbah ternak menjadi bahan bakar alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan. Ke depan, briket dari kotoran hewan (KOHE) juga diharapkan dapat dikembangkan sebagai produk bernilai jual untuk menambah penghasilan warga.
Penanggung jawab program kerja pembuatan briket, Valiza Alya, menjelaskan bahwa proses pembuatan briket dimulai dari pengumpulan kotoran kambing kering, kemudian dihancurkan, disaring, dicampur perekat alami, dicetak, dan dijemur hingga kering.
“Kami melibatkan masyarakat secara langsung melalui pelatihan dan praktik bersama, supaya setelah KKN selesai warga bisa membuat briket ini secara mandiri,” jelas Valiza.
Program unggulan kelompok 012 KKN UMP ini juga mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan, Ns. Ninuk Angelia, S.Kep., M.Kep., yang berharap kegiatan pembuatan briket dari kotoran hewan dapat berkelanjutan dan dikembangkan sebagai program desa jangka panjang yang ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....