Mahasiswa KKN UIN Saizu Gelar Sosialisasi Pencegahan Narkoba

  • 09 Feb 2026 11:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purbalingga: Mahasiswa KKN Kelompok Dua UIN Profesor KH Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto menggelar sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat Desa Rabak. Kegiatan ini menghadirkan pihak LPPM UIN SAIZU dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat edukasi bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda, Jumat (6/2/2026).

Kapus LPPM UIN SAIZU, Bapak Mawi Khusni Albar, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba di Desa Rabak. Ia menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

Menurutnya, narkoba menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa, terutama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa pemuda hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang harus dijaga dari pengaruh narkoba.

“Kalau generasi mudanya sudah terpapar narkoba, lalu siapa yang akan memimpin bangsa ini ke depan,” ujarnya.

Ia juga mengajak peserta sosialisasi untuk tidak berhenti pada pemahaman pribadi, tetapi ikut menyebarkan informasi kepada keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Masyarakat Desa Rabak diharapkan dapat menjadi duta anti narkoba di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, narasumber dari BNN, Bapak Tarsito S,Sos., menjelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berupa narkotika seperti sabu atau ganja, tetapi juga obat-obatan yang disalahgunakan.

Ia menyebutkan, banyak remaja yang keliru menganggap obat tertentu sebagai vitamin penambah stamina, padahal bersifat psikoaktif dan dapat merusak sistem saraf pusat jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

“Obat yang disalahgunakan bisa menimbulkan ketergantungan, merusak organ tubuh, bahkan berujung gagal ginjal. Ini yang banyak tidak disadari anak-anak muda,” katanya.

Ia juga mengungkapkan temuan kasus pelajar yang telah mengonsumsi puluhan butir obat keras per hari akibat kecanduan. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan peran aktif orang tua serta masyarakat dalam pengawasan.

BNN pun mendorong masyarakat untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, serta mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi dan komunikasi dalam keluarga.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun komitmen bersama dalam mewujudkan Desa Rabak yang bersih dari narkoba. Melalui kolaborasi mahasiswa KKN, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BNN, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa upaya melawan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan desa. (Rafika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....