KKN Tematik Perdana UMP Libatkan 1.391 Mahasiswa di Sejumlah Desa

  • 22 Jul 2026 11:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menerjunkan sebanyak 1.391 mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, UMP untuk pertama kalinya menerapkan skema KKN Tematik yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa.

Ketua Pelaksana KKN UMP Semester Gasal 2026/2027, Purnandi, mengatakan tema besar KKN masih melanjutkan program sebelumnya, yakni penanganan stunting. Namun, pada pelaksanaan tahun ini ditambahkan pendekatan Sustainable Development Goals (SDGs) agar program yang dijalankan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, setiap kelompok mahasiswa diwajibkan menghadirkan inovasi yang dapat diteruskan masyarakat setelah masa KKN selesai. Karena itu, seluruh program disusun berdasarkan hasil survei kebutuhan di desa, bukan ditentukan sepihak oleh kampus.

"Program yang kami jalankan merupakan hasil survei di lapangan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing desa," ujar Purnandi.

Berbagai program dibawa mahasiswa sesuai bidang keilmuannya. Mahasiswa teknik mengembangkan teknologi tepat guna, seperti alat pembakaran sampah dengan asap minimal, sementara kelompok lain mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Mahasiswa dari rumpun kesehatan melaksanakan pemeriksaan kesehatan, mengembangkan apotek hidup, hingga memberikan edukasi kesehatan bagi ibu hamil.

Purnandi menjelaskan, perbedaan utama KKN Tematik dengan KKN reguler terletak pada fokus program. Jika sebelumnya seluruh desa dalam satu wilayah mengusung tema yang sama, kini setiap desa memiliki tema berbeda sesuai kebutuhan dan usulan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, KKN Tematik menjadi langkah baru UMP untuk meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat melalui program yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Salah seorang peserta KKN, Syafira Putri, mengaku antusias mengikuti program tersebut. Ia berharap kegiatan KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program yang relevan dengan kebutuhan desa. (Syafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....