Niatkan Hidup Kita untuk Takarub kepada Allah
- 09 Feb 2026 08:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Dialog interaktif “Mutiara Pagi” RRI Pro 1 Purwokerto membahas tema “Niatkan Hidup Kita untuk Takarub kepada Allah” bagian keempat bersama Ustadz. Dr. Shofiyulloh, M.H.I. Dalam kajiannya, Ustadz Shofiyulloh menjelaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
“Sebagaimana kita ini tujuan hidup kita adalah untuk beribadah. Maka semua apapun yang kita lakukan, niatkan ibadah untuk taqarub ilallah,” katanya.
Ustadz Shofiyulloh menekankan bahwa takarub kepada Allah harus disertai rasa cinta atau mahabbah. Menurutnya, ibadah yang dilakukan tanpa rasa cinta akan terasa berat dan mudah ditinggalkan.
“Kalau tidak ada nilai mahabbah, maka yang dihasilkan malah menjauh,” katanya.
Ustadz Shofiyulloh mencontohkan, orang yang mencintai sesuatu akan rela berkorban demi yang dicintainya, sebagaimana penggemar yang rela mengeluarkan banyak biaya demi bertemu idolanya. Hal ini seharusnya juga diterapkan dalam ibadah kepada Allah.
Selain mahabbah, Ustadz Shofiyulloh juga menyampaikan pentingnya rela berkorban dalam ibadah, baik tenaga maupun harta. Ia mengatakan bahwa pahala bergantung pada kesungguhan dan pengorbanan seseorang.
“Al-ajru biqadri ta‘ab, pahala itu bergantung pada tingkat kesulitan yang dihadapi,” kata Ustadz Shofiyulloh seraya mencontohkan bahwa sedekah orang miskin bisa bernilai lebih besar karena dilakukan dengan perjuangan, sementara bagi orang kaya sedekah bisa terasa lebih ringan.
Dalam kajian tersebut, Ustadz Shofiyulloh juga mengingatkan pentingnya menjaga adab dalam beribadah. Menurutnya, orang yang benar-benar mendekatkan diri kepada Allah akan memperhatikan tata krama dalam setiap amalannya.
Cara berpakaian saat salat, sikap saat makan, serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari adab yang menunjukkan kesempurnaan ibadah, meskipun secara hukum boleh dilakukan dengan cara yang lebih minimal. Ustadz Shofiyulloh mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.
Ustadz mengingatkan agar setiap kesalahan segera ditutup dengan kebaikan. Menurutnya, takarub kepada Allah tidak boleh hanya menjadi formalitas, tetapi harus dilandasi niat yang tulus, rasa cinta, pengorbanan, serta upaya menjaga adab agar memperoleh rida Allah Subhanahu wa taala.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....