KAPA-N SMKN 1 Purwokerto Gencarkan Edukasi Anti Narkoba
- 29 Jan 2026 12:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kesatuan Aksi Pelajar Anti Narkoba (KAPA-N) SMK Negeri 1 Purwokerto bergerak sebagai wadah edukasi bagi para pelajar untuk memerangi penyalahgunaan narkoba. Fokus utama gerakan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak buruk narkoba bagi masa depan remaja.
Alifah Alfa Kamala, Ketua KAPA-N SMK Negeri 1 Purwokerto menyampaian, organisasi ini berupaya membentengi para remaja yang tengah dalam masa pertumbuhan agar tetap berada di jalur positif. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu membuat siswa lebih waspada terhadap bahaya yang mengintai di lingkungan mereka.
"Jadi KAPA-Narkoba di SMK Negeri 1 Purwokerto itu sebuah wadah untuk pelajar dan remaja yang sedang tumbuh kembang untuk menjauhi narkoba," ujar Alifah, Kamis (29/1/2026) kepada RRI.
Gerakan perlawanan ini muncul karena adanya kekhawatiran terhadap temuan kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Pengalaman dalam mengampanyekan anti-narkoba selama beberapa tahun terakhir menjadi dasar penguatan literasi bagi para anggota.
Ia juga menambahkan, Faktor pergaulan menjadi tantangan paling berat yang harus dihadapi oleh remaja di Purwokerto dalam menjauhi narkoba. Lingkungan yang negatif dianggap sangat mudah menyeret remaja jika mereka tidak memiliki prinsip yang kuat.
"Tantangan dalam menjauhi narkoba itu paling besar di pergaulan, karena para remaja paling mudah terpengaruh dan terseret lingkungan negatif," ucapnya.
Selai itu, Afifah juga menyampaikan, bahwa KAPA-Narkoba berencana memperluas jangkauan edukasi dengan melakukan sosialisasi kepada siswa di SMP Negeri 4 Purwokerto. Program ini bertujuan untuk membimbing adik kelas agar memanfaatkan masa produktif mereka dengan kegiatan yang bermanfaat.
Strategi perlawanan juga dilakukan melalui dunia digital dengan memanfaatkan platform populer seperti Instagram Reels dan TikTok. Pendekatan ini dinilai paling efektif untuk menyebarkan pesan anti-narkoba kepada generasi muda yang sangat aktif di media sosial.
"Kami akan lebih menggunakan pendekatan dengan cara membuat Reels di IG lalu membuat konten di TikTok karena media sosial itu paling efektif," kata Alifah.
Alifah berharap, aksi nyata ini dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari ancaman narkoba secara berkelanjutan. Remaja diajak untuk terus konsisten memilih pergaulan yang sehat demi menjaga masa depan mereka. (Iday).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....