PMI Kabupaten Tegal Bekali Siswa SMKN 1 Warureja Terkait Kesiapsiagaan Bencana
- 22 Jul 2026 07:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Tegal - Pelaksanaan kegiatan Orientasi Pramuka (MOP) di SMKN 1 Warureja tahun ini tidak hanya diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah.
Sebanyak 488 peserta didik baru kelas X mendapatkan pembekalan penting mengenai kesiapsiagaan bencana dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Selasa (21/7/2026).
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter siswa yang tangguh dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana sejak dini.
Seluruh peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang dikemas secara interaktif dan aplikatif.
Materi disampaikan oleh fasilitator PMI, yakni M. Ramedon, Ikfi Amalia, dan Fahris Ali Defin. Selain memberikan pemahaman mengenai konsep dasar kesiapsiagaan bencana, para fasilitator juga mengajak peserta berdiskusi serta mengikuti simulasi sederhana agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Melalui pendekatan yang komunikatif, para siswa diajak memahami pentingnya mengenali risiko bencana, menjaga ketenangan saat kondisi darurat, hingga langkah-langkah penyelamatan diri yang benar.
Suasana pelatihan pun berlangsung hidup dengan berbagai sesi tanya jawab yang melibatkan peserta secara aktif.
Frisma Krida Silowardi, S.Pd., pembina SMK Negeri 1 Warurejo juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Tegal yang telah mendukung pelaksanaan MOP melalui edukasi yang dinilai sangat relevan bagi para siswa baru.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI yang telah memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada peserta didik kami. Materi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam menghadapi potensi bencana. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga budaya siap siaga dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMKN 1 Warureja berharap para peserta didik tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi darurat.
Sementara itu Kepala Markas PMI Sunarto, mengemukakan kolaborasi antara PMI dan Sekolah diharapkan mampu menumbuhkan budaya sadar bencana serta membentuk generasi muda yang tangguh, peduli, dan siap bertindak saat dibutuhkan.
Dengan edukasi bencana sedini mungkin bisa memberikan pembelajaran dalam menghadapi potensi terjadinya bencana," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....