LPPSLH Gandeng Mahasiswa Dorong Perbaikan Jalan Purwokerto

  • 26 Jan 2026 13:37 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Inovasi baru dalam advokasi publik diperkenalkan di Purwokerto. Lembaga Penelitian Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup (LPPSLH) berkolaborasi dengan Tim Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Angkatan 29 Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) meluncurkan gerakan bertajuk “Ekspedisi Jalan Rusak Purwokerto”.

Gerakan tersebut merupakan sebuah inisiatif berbasis data digital untuk mendorong perbaikan infrastruktur jalan. Gerakan ini hadir sebagai respons atas keresahan masyarakat terhadap kondisi jalan di wilayah Kota Purwokerto.

Berbeda dengan pola advokasi konvensional, inisiatif tersebut mengusung pendekatan evidence-based advocacy dengan memanfaatkan teknologi digital, visualisasi data. Serta media sosial sebagai sarana penyampaian aspirasi publik.

Ekspedisi Jalan Rusak Purwokerto dipimpin langsung oleh Direktur LPPSLH, Dr. Barid Hardiyanto, bersama Untung Famuji, dan dijalankan oleh tim mahasiswa PPL29 UIN Saizu. Yakni, terdiri dari M Faqih Janki Dausat, Husni Mubarok, Muhamad Hafid Rias, Irfatul Azqiah, Laelatul Isnaeni, Nurul ’Izah, dan Fadlah Awaliyah.

Kegiatan ekspedisi dilaksanakan secara intensif selama tujuh hari, mulai 15 hingga 21 Januari 2026. Tim melakukan penyisiran langsung ke seluruh ruas jalan utama dan jalur penghubung strategis di Kota Purwokerto.

Tidak termasuk gang-gang kecil, untuk mendata kerusakan infrastruktur secara real-time. Hasilnya, tim mencatat sebanyak 166 titik lubang jalan dengan tingkat kerusakan bervariasi, mulai dari skala kecil hingga lubang besar yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Data tersebut kemudian diolah menjadi sebuah inovasi digital bertajuk “Peta Jalan Rusak Purwokerto”, yang memvisualisasikan sebaran kerusakan secara spasial. Selain peta digital, dokumentasi video dari titik-titik kerusakan juga diunggah secara berkala melalui akun TikTok resmi @lppslh.or.id.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawal isu infrastruktur. Dr. Barid Hardiyanto menegaskan bahwa model advokasi ini dirancang untuk mengubah keluhan masyarakat menjadi data konkret yang dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.

“Kami tidak lagi sekadar menyuarakan protes tanpa dasar. Ekspedisi Jalan Rusak Purwokerto adalah bentuk partisipasi publik yang konstruktif, dengan data faktual dan peta yang jelas. Harapannya, pemerintah daerah tidak lagi memiliki alasan untuk menunda perbaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Irfatul Azqiah menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa UIN Saizu merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa didorong untuk peka terhadap persoalan sosial serta memanfaatkan kemampuan digital mereka untuk menciptakan perubahan yang berdampak.

Ke depan, LPPSLH berencana menyebarluaskan Peta Jalan Rusak Purwokerto kepada berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jurnalis, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga influencer lokal. Distribusi informasi dilakukan secara masif melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, Facebook, serta grup WhatsApp.

LPPSLH berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat segera merespons temuan tersebut dengan langkah perbaikan konkret di lapangan. Lebih jauh, model advokasi digital ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi untuk pengawasan layanan publik lainnya.

Seperti persoalan sampah, penerangan jalan, drainase, serta perluasan pemetaan jalan rusak di luar wilayah Kota Purwokerto. Guna mewujudkan tata kelola kota yang lebih responsif dan transparan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....