UMP Bebaskan Biaya Kuliah Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
- 13 Des 2025 01:25 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengeluarkan kebijakan khusus untuk meringankan beban mahasiswa ang keluarganya terdampak bencana alam di Sumatera. Kebijakan tersebut berupa pembebasan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) selama dua semester dan fasilitas makan gratis tiga kali sehari di kafe milik UMP.
Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan bahwa saat ini terdapat delapan mahasiwa asal Sumatera yang menjalani studi di UMP. Mereka diberi bantuan supaya bisa tetap kuliah tanpa terbebani kondisi darurat di daerah asal.
Selain itu, Jebul menyampaikan bahwa kampus juga membuka kesempatan bagi kerabat mahasiswa yang terdampak bencana untuk berkuliah di UMP melalui skema beasiswa khusus.
"Kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian, simpati, dan empati UMP terhadap mahasiswa yang terdampak bencana alam di Sumatera. Ada delapan mahasiswa dari Aceh dan Sumatera Utara yang kami pastikan mendapat perhatian penuh, sementara baru delapan orang yang terdeteksi,” ucap Rektor dalam kegiatan Sambung Rasa Mas Rektor dan Mahasiswa UMP di Lobi Kantor Pusat UMP, Jumat (12/12/2025).
Baca juga: Lelang Lukisan di UMP: Dari Eprisa untuk Sumatera
Salah seorang mahasiswi, Julia Mawaddah dari prodi sastra Inggris mengaku kesulitan menghubungi orang tuanya di Aceh Barat karena listrik dan internet terputus, sehingga dia tidak bisa meminta kiriman uang untuk biaya hidup dipurwokerto.
Menurut Julia, biaya kuliahnya selama ini ditopang dari hasil kebun keluarga, namun bencana yang merusak tanaman sehingga membuat orang tua khawatir tidak dapat memenuhi kebutuhan kuliah.
"Ibu saya seorang petani, ayah saya sudah meninggal saat tsunami Aceh. Jadi ini berat sekali bagi saya,” ujar Julia.
Sementara, mahasiswi asal Sumatera Utara, Aulia Febi mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian kampus kepada mereka yang berasal dari daerah terdampak bencana. Mahasiswi Fakultas Pertanian itu mengatakan keluarganya terdampak langsung bencana, sehingga mempengaruhi kondisi finansial dan psikologis.
"Terima kasih banyak kepada Bapak Rektor, dan seluruh pimpinan yang sudah peduli kepada kami. Solidaritas teman-teman yang menggalang dana turut membantu kami melewati masa sulit ini," tuturnya.
Baca juga: FKIP UMP Dorong Implementasi Kurikulum OBE Bahasa Arab
Lelang lukisan

Selain memberi bantuan langsung, UMP juga menggelar lelang lukisan sebagai aksi kemanusiaan untuk membantu korban banjir di Sumatera. Lukisan-lukisan yang dilelang merupakan karya penyandang disabilitas yang sekaligus alumnus UMP Eprisa Nova Rahmawati.
Lelang tersebut digelar selama dua hari di Lobi Kantor Pusat Kampus. Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada penyintas bencana banjir Sumatera.
Salah satu lukisan yang dilelang mengilustrasikan kondisi Sumatera pascadilanda banjir bandang. Menurut Eprisa, lukisan tersebut menggambarkan pesan tersirat akan pentingnya menjaga kelestarian alam agar musibah serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga: Mahasiswa Pascasarjana UMP Ikuti Kolokium Internasional di Malaysia
"Melalui lukisan ini, saya berharap orang-orang sadar untuk terus menjaga lingkungan, merawat pohon, agar alam juga menjaga kita," ucap Eprisa.
Puluhan lukisan yang terpajang dibanderol dengan harga yang bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Rektor UMP turut mendukung penggalangan dana ini dengan membeli salah satu lukisan Eprisa senilai Rp5 juta. (FR).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....