Kampanye Digital Salah Satu Solusi Efektif Kurangi Pemborosan Pangan

  • 16 Mar 2026 08:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto : Saat ini permasalahan pemborosan pangan atau food waste menjadi perhatian. Hal ini yang menjadi dasari diadakannya Forum Diskusi Publik bertema Kampanye Digital untuk Mengurangi Pemborosan Pangan yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Komisi I DPR RI.

Forum ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Trinovi Khairani Sitorus, B.A. selaku Anggota Komisi I DPR RI, Wildan Hakim, S.Sos., M.Si. selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), serta Viviana Hanifa, S.P., M.Si. selaku Presiden Gesit (Generasi Emas Indonesia).

Kebiasaan menyisakan makanan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Sisa pangan tidak hanya menimbulkan persoalan sampah, tetapi juga berdampak secara sistemik terhadap ekonomi negara yang diperkirakan mencapai kerugian hingga Rp.551 triliun setiap tahunnya.

Kampanye digital dinilai menjadi salah satu solusi efektif. Kampanye digital memiliki peran penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Perkembangan teknologi dan media digital membuka ruang luas untuk menyampaikan pesan edukatif yang mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam mengelola dan mengonsumsi pangan.

Melalui kampanye digital, masyarakat juga diharapkan dapat mengubah perilaku dalam mengelola makanan. Misalnya dengan mengambil porsi makanan secukupnya, menerapkan gaya hidup dengan pengelolaan bahan pangan yang baik agar tidak cepat rusak, serta menghindari perilaku impulsif saat membeli makanan.

"Saya ingin mengajak teman-teman untuk belajar bagaimana merancang kampanye stop boros pangan atau kampanye untuk mengurangi sampah makanan. Kalau kita suka membuat konten, kita bisa menyajikan konten yang mendorong masyarakat untuk mengurangi food waste", ujar Wildan Hakim, S.Sos., M.Si. dalam paparannya.

Melalui forum diskusi ini diharapkan semakin banyak pihak, khususnya generasi muda dan kreator konten digital, yang terlibat dalam kampanye pengurangan pemborosan pangan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan makanan dapat terus meningkat. (Dwinanda)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....