Peran Strategis Jabatan Fungsional bagi ASN Modern dalam BKN Menyapa
- 07 Agt 2026 10:20 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID Purwokerto – Upaya dalam mewujudkan birokrasi yang lebih responsif dan kompeten, diselenggarkannya diskusi daring BKN Menyapa ASN Seri 38 di kanal Live Streaming Youtube @BKNgoidofficial yang mengusung tema “Pembinaan Jabatan Fungsional: Mewujudkan Jabatan Fungsional yang Profesional, Kompeten, Dan Berdaya Saing” pada Kamis, (6/8/2026).
Dr. Herman, M.Si. selaku Deputi Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara. Beliau menyampaikan pembukaan dan arahan pentingnya transformasi birokrasi serta peran strategis jabatan fungsional. Ini bukan sekadar perubahan administratif, melainkan pergeseran paradigma dari budaya kerja yang kaku menuju ekosistem yang berbasis kapabilitas dan kinerja nyata.
“Jabatan fungsional mestinya menjadi pusat keahlian, mestinya menjadi pusat jawaban, mestinya menjadi pusat problem solving dari semua aktivitas, kegiatan, kebijakan apapun yang menjadi tusi masing-masing jabatan fungsional,” ujar Herman.
Salah satu poin krusial dalam perubahan orientasi peran pejabat fungsional. Pejabat fungsional diharapkan tidak berfokus pada pemenuhan target administratif atau pengumpulan angka kredit. Sebaliknya, mereka harus memposisikan diri sebagai center of expertise dan problem solving bagi organisasi. Menempatkan keahlian sebagai aset utama, ASN akan mampu memberikan dampak yang lebih signifikan bagi pelayanan publik.
“ASN birokrasi saat ini dan kita harapkan ke depan adalah birokrasi yang berbasis kapabilitas. Kapabilitas bukan hanya kualifikasi, tidak cukup. Kapabilitas bukan hanya kompetensi, tidak cukup, Bapak/ Ibu. Tapi adalah kombinasi gabungan dari sekian variable,” lanjut Herman.
Menurut Dr. Samsul Hidayat, S.S., M.PsDM. selaku Direktur Pengembangan Talenta dan Karir Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara, menjadi profesional berarti benar-benar menguasai bidang yang dikerjakan. Disebut profesional jika ia memiliki keahlian yang mumpuni di bidangnya. Karena di zaman yang terus berubah, sangat penting bagi ASN untuk terus memperbarui kompetensi diri agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Menapaki era 5.0, menjadi hal yang tidak bisa dihindari. BKN mendorong para ASN memanfaatkan teknologi modern dan alat bantu produktivitas, termasuk penggunaan Generative Al untuk mempercepat tugas profesional. Penggunaan sistem digital seperti MyASN juga terus dioptimalkan untuk memangkas proses birokrasi, dengan target Service Level Agreement (SLA) layanan pengesahan dokumen yang kini lebih singkat, yaitu maksimal 4 hari kerja.
Selain itu, sistem merit dan manajemen talenta menjadi fondasi utama dalam pembinaan karier. Melalui integrasi data talenta nasional, pemerintah berupaya memetakan profesionalisme ASN agar mobilitas talenta dapat berjalan lebih dinamis dan efisien sesuai kebutuhan organisasi. Uji kompetensi yang kini difasilitasi lebih sering oleh BKN, yakni hingga 12 periode dalam setahun.
“Kita sebagai ASN atau JF juga mulai mengubah mindset kita bahwa kita di perahu yang sama, kita di organisasi yang sama, di mana yang disebut tujuan tercapai itu ya tujuan bersama, tujuan organisasi,” ucap Samsul Hidayat.
Transformasi ini menuntut fleksibilitas, kreativitas, dan kemauan terus belajar secara konsisten. ASN yang modern adalah mampu beradaptasi dengan perubahan, mengoptimalkan teknologi, dan tetap fokus pada pemberian dampak nyata. Sinergi antara instansi pembina, pengguna, dan individu ASN, diharapkan birokrasi Indonesia dapat bertransformasi menjadi birokrasi yang lebih profesional, kompeten, dan memiliki daya saing global. (Fattah Zakaria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....