Cita Rasa Empal Kupat Pak Warno: Kikil Kenyal Lezat dan Busana Adat Jawa

  • 01 Sep 2026 09:23 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID Purwokerto - Empal Kupat Pak Warno menjadi salah satu kuliner yang menarik perhatian masyarakat dengan cita rasa khas dan penyajian yang mempertahankan nuansa tradisional. Salah satu pembeda utamanya adalah olahan kikil yang dibersihkan secara khusus sehingga menghasilkan tekstur kenyal dan tidak alot. Pemilik juga terus mempertahankan cita rasa tersebut sebagai bagian dari karakter kulinernya.

"Yang membedakan dengan empal lain yaitu di kikilnya yang dicuci bersih, sehingga saat dimakan terasa kenyal, tidak alot, dan terutama tidak bau sedikit pun." Ujar Warno selaku pemilik, saat ditemui RRI pada Senin, 31 Agustus 2026.

Pemilik bersama istrinya mengenakan pakaian adat Jawa, termasuk blangkon, dalam berjualan sehari-hari. Penggunaan pikulan dan gentong turut menjadi bagian dari ciri khas yang membuat usaha tersebut terlihat autentik. Berbeda dengan empal gentong asal Cirebon yang identik dengan kuah santannya, empal khas Banyumas ini disajikan tanpa santan dan diperkaya dengan ketupat dan taburan serundeng yang menambah cita rasa gurih nan kaya rempah.

Tidak hanya memanjakan lidah, keunikan visual menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Setiap harinya, sang pemilik berjualan bersama sang istri dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap, termasuk penggunaan blangkon. Konsep otentik ini diperkuat dengan menghadirkan pikulan dan gentong sebagai tempat menampung kuah serta olahan daging.

Sensasi yang khas ini turut mendatangkan berbagai kalangan pelanggan, mulai dari warga lokal hingga anak-anak muda. Popularitasnya di kalangan milenial dan Gen Z tak lepas dari peran para content creator serta reviewer kuliner Purwokerto yang mempromosikan usahanya di media sosial secara sukarela.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para kreator konten di Purwokerto yang sudah mempromosikan usaha ini tanpa dipungut biaya, sehingga pelanggan anak muda makin banyak yang berdatangan." jelasnya.

Perjalanan usaha Empal Kupat Pak Warno memakan proses panjang. Berawal dari lapak sederhana di pinggir jalan usahanya di Tahun 2025, usaha ini kini telah berkembang dan menempati ruko yang lebih nyaman. Selain varian empal kupat, warung ini juga menyediakan menu pelengkap seperti pecel sayur dan melayani pemesanan untuk acara pernikahan hingga event besar.

Kehadiran warung ini kerap mengalami lonjakan pengunjung saat hari-hari besar libur nasional, seperti Hari Raya Idulfitri dan Tahun Baru. Banyak pendatang maupun wisatawan dari luar kota yang sengaja mampir ke Purwokerto untuk mencicipi kuliner khas ini.

"Kalau hari besar seperti lebaran atau tahun baru pasti ramai sekali oleh pendatang dari luar kota. Banyak juga pelanggan yang menyarankan agar kami membuka cabang di kota lain." ucapnya.

Selera dan anggaran pelanggan, mulai dari kikil, krewedan, sumsum, hingga daging sapi. Harganya pun sangat terjangkau, dimulai dari Rp10.000 untuk porsi kupat kikil hingga Rp22.000 untuk paket komplit.

Keberadaan ini menunjukkan kuliner tradisional dapat terus berkembang dengan mempertahankan cita rasa dan identitas budaya sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Dari usaha yang dahulu dirintis di pinggir jalan hingga berkembang ke ruko dan dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah, pemilik kini terus berupaya mempertahankan kualitas makanan sekaligus memberikan pengalaman kuliner yang khas bagi para pengunjung.

Meskipun banyak permintaan untuk membuka cabang di luar daerah, pihak pengelola mengaku masih ingin fokus mengoptimalkan kualitas layanan di lokasi yang ada saat ini. Ke depannya, harapan besar yang ingin diwujudkan adalah memiliki tempat usaha dengan area parkir yang lebih luas guna kenyamanan pelanggan.

"Untuk buka cabang di kota lain belum bisa dilakukan karena kami masih fokus di sini. Harapan ke depannya ingin punya tempat yang lebih luas, terutama untuk area parkir yang saya keluhkan." pungkasnya.

Empal Kupat Pak Warno sendiri bisa kalian coba yang berlokasi di Jl. Djajadiwangsa, RT 03/RW 04, Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53136. Usaha ini telah berdiri sejak tahun 2025 dan hingga kini terus berkembang dengan mempertahankan cita rasa khas serta nuansa tradisional dalam penyajiannya. (Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....