Brekecek Pathak Jahan, Kuliner Khas Cilacap yang Kaya Rasa dan Filosofi
- 21 Apr 2026 22:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap: Kekayaan kuliner daerah terus menjadi daya tarik tersendiri, tidak hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari luar daerah. Salah satu kuliner yang mencuri perhatian dari Kabupaten Cilacap adalah Brekecek Pathak Jahan.
Paguyuban Mas Mbak Cilacap, Arifudin Zuhri, mengungkapkan bahwa Brekecek Pathak Jahan bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Cilacap. Hidangan ini mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya laut, sekaligus menunjukkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan pangan menjadi sajian bernilai ekonomi.
Arif menjelaskan Brekecek Pathak Jahan merupakan olahan berbahan dasar kepala ikan jahan, yang dimasak dengan berbagai rempah khas. Nama “brekecek” sendiri memiliki makna filosofis dalam bahasa Banyumasan, yakni “brek” yang berarti meletakkan dan “kecek” yang berarti mencampur.
“Brekecek itu artinya dicampur dengan berbagai bumbu khas seperti cabai, jahe, dan rempah lainnya. Biasanya juga ditambahkan kemangi untuk mengurangi bau amis,” jelas Arief, dalam Spada Pro 2 RRI Purwokerto, Minggu (12/04/26).
Ia menambahkan, istilah “pathak” berarti kepala, sehingga Brekecek Pathak Jahan merujuk pada olahan kepala ikan jahan yang dimasak dengan bumbu rempah kuat bercita rasa pedas, gurih, dan segar. Kuliner ini menjadi identitas masyarakat Cilacap dan telah diakui secara resmi oleh pemerintah daerah sejak tahun 2014 sebagai salah satu kekayaan kuliner lokal.
Meski menggunakan bahan utama ikan jahan, Brekecek juga dapat dimodifikasi dengan bahan lain seperti ayam atau jenis ikan lain, menyesuaikan selera masyarakat. Namun, untuk menjaga keaslian, para pelaku usaha kuliner tetap menggunakan kepala ikan jahan sebagai bahan utama.
Proses pembuatannya pun cukup khas, dimulai dari pengolahan ikan untuk menghilangkan bau amis, hingga memasaknya dengan campuran bumbu seperti cabai, jahe, daun jeruk, dan kemangi. Hidangan ini biasanya disajikan dengan sedikit kuah, meski beberapa variasi menghadirkan kuah yang lebih banyak.
Tak hanya menjadi santapan sehari-hari, Brekecek Pathak Jahan juga kerap hadir dalam berbagai kegiatan budaya di Cilacap, seperti tradisi Larung Laut. Hal ini menunjukkan bahwa kuliner memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....