Waspada Pneumonia: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

  • 30 Sep 2026 07:41 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO - Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kian marak terjadi di masyarakat belakangan ini. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, terutama pada anak-anak atau orang dewasa dengan kondisi fisik yang lemah, ISPA dapat berujung pada komplikasi serius yang berakibat fatal, salah satunya adalah pneumonia. Mengingat bahayanya, pemahaman yang baik mengenai penyakit ini sangat diperlukan sebelum berdampak buruk dan mengganggu pernapasan.

Hal ini menjadi tema utama dalam program Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto baru-baru ini. Dalam acara tersebut hadir sebagai narasumber, dr. Choirul Mufied mengupas tuntas mengenai seluk-beluk pneumonia, mulai dari penyebab, gejala, hingga penanganannya.

Menurut penjelasan dr. Mufied, pneumonia merupakan penyakit lanjutan yang sering kali berawal dari ISPA, seperti halnya bronkitis. Kehadiran bronkitis dapat memicu berkembangnya pneumonia yang berdampak lebih berat pada penderitanya.

“ Gejala yang umum dialami penderita pneumonia biasanya itu disertai dengan sesak napas, panas tinggi, produksi dahak yang lebih banyak, dan kesulitan saat bernapas.” Kata dokter Mufied.

Secara spesifik, dr. Mufied menggambarkan bagaimana pasien pneumonia mengalami kesulitan bernapas. Ia menjelaskan bahwa penderita akan terlihat menarik napas dalam-dalam seolah dada tertarik ke dalam saat berusaha memasukkan udara.

“ Kondisi ini terjadi karena penderita harus berusaha ekstra keras untuk mendapatkan oksigen akibat banyaknya lendir yang menumpuk. Penumpukan lendir ini sendiri merupakan akibat dari terjadinya infeksi atau peradangan di alveoli, yaitu gelembung-gelembung di paru-paru, “Tambahnya.

Terkait penyebabnya, Ia mengatakan penyakit pneumonia ini terjadi karena adanya infeksi pada alveoli tersebut. Kondisi pasien akan semakin parah jika penyakit ini menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang rendah.

” Jadi lemahnya imunitas tubuh biasanya ditimbulkan dari kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik, kebersihan diri yang kurang dijaga, serta berat badan yang tidak ideal.

Di luar kondisi-kondisi tersebut, kata dokter Mufied seseorang yang sehat juga tetap dapat menderita penyakit pneumonia karena penularan dapat terjadi secara langsung, misalnya melalui percikan cairan saat penderita pneumonia batuk. Menjawab pertanyaan pendengar mengenai penggunaan antibiotik saat mengalami gejala batuk dan flu yang tak kunjung sembuh setelah tiga hari. dr. Mufied menjelaskan bahwa gejala seperti flu, badan tidak enak, dan keluar lendir cair dari hidung merupakan tanda adanya proses peradangan akibat masuknya bibit penyakit ke dalam tubuh.

” Jadi pemberian antibiotik pada saat peradangan ini berfungsi sebagai langkah krusial untuk mencegah masuknya virus lebih lanjut ke dalam tubuh yang sedang rentan, ” tegasnya.

Untuk mencegah penularan penyakit pneumonia, menurut dokter Mufied, ada beberapa langkah penting yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah tersebut meliputi upaya memastikan rumah memiliki ventilasi atau jendela yang berfungsi dengan baik agar sanitasi dan kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga.

” Selain itu juga saya harap selalu menggunakan masker, rutin mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik dengan penderita pneumonia.” Pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....