Kasus ISPA Meningkat saat Musim Kemarau, Balita dan Lansia Paling Rentan

  • 27 Jul 2026 13:45 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Puskesmas Purwokerto Timur II mencatat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) selama musim kemarau. Perubahan cuaca, perbedaan suhu yang cukup ekstrem, serta meningkatnya paparan debu menjadi faktor yang memicu bertambahnya jumlah pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.

Penanggung Jawab Klaster 3 Puskesmas Purwokerto Timur II, dr. Nadia Monita, mengatakan dalam sebulan terakhir terjadi lonjakan pasien yang datang dengan keluhan batuk, pilek, dan demam. Selain itu, sejumlah pasien dengan riwayat asma dan alergi juga mengalami kekambuhan.

"Sebulan terakhir, memang kami mendapati pelonjakan pasien saluran infeksi ISPA, infeksi saluran pernapasan atas. Batuk, pilek, demam itu meningkat, karena perubahan suhu, kelembaban, terik matahari, dan debu, seperti itu," kata dr. Nadia.

Menurutnya, perubahan suhu pada musim kemarau maupun masa pancaroba membuat tubuh lebih rentan terserang penyakit, terutama ketika daya tahan tubuh menurun. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kambuhnya penyakit yang berkaitan dengan alergi dan gangguan saluran pernapasan.

Nadia menuturkan balita berusia satu hingga lima tahun dan lanjut usia di atas 60 tahun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami ISPA. Kedua kelompok tersebut memerlukan perhatian lebih karena sistem kekebalan tubuhnya belum atau tidak lagi sekuat usia produktif.

Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD). Meski curah hujan menurun, genangan air di lingkungan masih dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.

"Masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, tidur yang cukup minimal delapan jam sehari, rutin berolahraga, serta menghindari faktor pemicu bagi penderita alergi," ujar dr. Nadia.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan masker saat mengalami gejala penyakit pernapasan guna mencegah penularan kepada orang lain. Selain itu, masyarakat diajak menerapkan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air sebagai upaya mencegah peningkatan kasus DBD selama musim kemarau. (Sofia Almas Meylani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....