Penyakit Menular Masih Jadi Tantangan Kesehatan di Banyumas
- 28 Agt 2026 11:05 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Penyakit menular masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Banyumas. Kondisi lingkungan dan kebiasaan masyarakat menjadi faktor yang turut memengaruhi potensi penularan penyakit.
Ketimker Penyakit Menular Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas, Arief Burhanudin, mengatakan kasus penyakit menular di Banyumas cukup beragam. Selain kondisi lingkungan, kepadatan penduduk juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Menurutnya, lingkungan yang kurang terjaga dapat menjadi tempat berkembang biaknya berbagai vektor penyakit, seperti nyamuk.
“Penyakit menular di Kabupaten Banyumas memang cukup banyak. Pengaruhnya juga cukup banyak, karena penduduk yang cukup padat dan kondisi lingkungan yang ada yang baik dan ada yang kurang baik,” kata Arief.
Arief menjelaskan, memasuki musim kemarau masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi munculnya tempat perkembangbiakan nyamuk. Genangan air yang tersisa maupun air yang ditampung di sekitar rumah dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Ia mencontohkan wadah-wadah yang berada di sekitar rumah, termasuk pot tanaman, yang dapat menampung air hujan atau air sisa dan berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular penyakit.
“Kadang ada air yang tidak langsung terserap ke dalam tanah atau rumah, itu berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Termasuk tempat-tempat yang kita sediakan untuk menampung air di dalam rumah,” ujarnya.
Jika ditemukan penyakit menular di suatu wilayah, Dinas Kesehatan akan melakukan tindak lanjut melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Laporan dari rumah sakit maupun fasilitas kesehatan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Arief mengatakan, penyakit yang berpotensi menimbulkan penularan akan segera ditindaklanjuti untuk mencegah penyebaran lebih luas di masyarakat.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Kita harus menjaga kebersihan. Mungkin ada beberapa hal yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan. Yang lainnya adalah bagaimana kita menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat supaya kita selamat dari penyakit,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....