Duduk Terlalu Lama di Depan Komputer, Waspadai Risiko Penyakit Jantung

  • 26 Agt 2026 09:18 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Duduk berjam-jam di depan komputer sudah menjadi bagian dari rutinitas sebagian besar pekerja kantoran. Namun, kebiasaan minim gerak tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Kementerian Kesehatan RI menyebut, gaya hidup kurang gerak atau sedentary lifestyle menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan. Pekerja kantoran bahkan dapat menghabiskan waktu hampir delapan jam sehari dalam posisi duduk.

Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi penduduk Indonesia berusia lebih dari 10 tahun yang kurang melakukan aktivitas fisik mencapai 33,5 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil Riskesdas 2013 yang berada di angka 26,1 persen.

Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya terjadi ketika seseorang berada di tempat kerja. Kebiasaan duduk dapat berlanjut selama perjalanan menuju dan dari tempat kerja hingga saat berada di rumah, misalnya ketika menghabiskan waktu di depan televisi atau komputer.

Kementerian Kesehatan menjelaskan, duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kurangnya aktivitas fisik juga berkaitan dengan sejumlah faktor risiko penyakit jantung, seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol yang tidak sehat.

Risiko Gangguan Jantung

Penyakit jantung merupakan kondisi ketika jantung mengalami gangguan sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Gangguan dapat terjadi pada pembuluh darah jantung, irama jantung, katup jantung maupun struktur jantung lainnya.

Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah aritmia atau gangguan irama jantung. Kondisi ini dapat menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur.

Gejala gangguan jantung dapat berbeda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Keluhan yang dapat muncul antara lain nyeri atau rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, jantung berdebar, mudah lelah hingga pingsan.

Kementerian Kesehatan mencatat penyakit jantung masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Data Riskesdas menunjukkan prevalensi penyakit jantung meningkat dari 0,5 persen pada 2013 menjadi 1,5 persen pada 2018. Faktor risikonya antara lain hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus dan kurang aktivitas fisik.

Jangan Duduk Terlalu Lama

Pekerja kantoran tidak selalu dapat menghindari aktivitas duduk. Namun, durasi duduk dapat dikurangi dengan menyisipkan aktivitas fisik sederhana di tengah pekerjaan.

Kementerian Kesehatan menganjurkan pekerja yang banyak duduk untuk secara berkala berdiri, berjalan sejenak atau melakukan peregangan. Salah satu materi Kemenkes bahkan menyarankan untuk berdiri dan bergerak setiap sekitar 30 menit.

Peregangan sederhana juga dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan. Gerakan pada leher, tangan, kaki dan punggung dapat membantu mengurangi keluhan akibat terlalu lama berada dalam posisi yang sama.

Selain itu, aktivitas fisik dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai kesempatan sepanjang hari. Misalnya, memilih menggunakan tangga untuk lantai tertentu, berjalan kaki saat memungkinkan atau melakukan peregangan di tempat kerja.

Kementerian Kesehatan juga menyebut aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang dapat dilakukan selama 150 hingga 300 menit dalam sepekan. Aktivitas fisik perlu dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Dengan demikian, menjaga kesehatan bagi pekerja kantoran bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mengurangi waktu duduk, memperbanyak bergerak dan menerapkan pola hidup sehat juga menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan jantung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....