Jangan Anggap Remeh: Pusing dan Lemas Bisa Tanda Heat Stroke
- 19 Agt 2026 14:46 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto – Kesadaran akan kondisi kesehatan sering kali baru muncul setelah tubuh memberikan sinyal berupa gejala yang tidak bisa diabaikan. Dalam program Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto yang membahas "Sering Pusing dan Lemas saat Panas, Normal atau Bahaya?" bersama dr. Choerul Mufied, terungkap banyak orang cenderung meremehkan keluhan ringan karena merasa tubuhnya masih aman. Selasa (18/8/2026).
Dr. Mufied membagikan pengalaman pribadinya saat mengalami batuk sepele yang berlanjut hingga menyebabkan rasa sakit di perut kanan bawah. Pengalaman ini menjadi pengingat penting agar masyarakat senantiasa peka dan tidak mengabaikan tanda-tanda perubahan pada tubuh. Diagnosis medis terkadang memberikan hasil yang sangat berbeda dari perkiraan awal pasien.
"Ternyata sudah diperiksa, ternyata bukan usus buntu. Ternyata itu ada batu di saluran kencing. Akhirnya pemeriksaan macam-macam, ya memang betul. Termasuk di USG, ya. Ketemu ada batunya, kebetulan agak besar,” jelas dr. Mufied.
Dalam dunia medis, penanganan penyakit terbagi menjadi tindakan darurat (cito) dan tindakan yang dapat ditunda (elektif). Prosedur darurat dilakukan secara cepat demi menyelamatkan nyawa tanpa harus menunggu kondisi fisik stabil. Sebaliknya, prosedur elektif membutuhkan evaluasi matang terhadap organ vital sebelum pembedahan dilaksanakan.
"Satu operasi yang disebut operasi, artinya operasi darurat, tidak perlu harus melihat kondisi orang itu bagaimana, jika yang saya ini isuannya elektif. Jadi yang bisa ditunda. Jadi jantungnya berusaha, paru-parunya berusaha, lihat semuanya berusaha, darahnya. Kalau sudah betul-betul bagus, tidak ada komplikasi ya nanti terus dilaksanakan,” ungkap dr. Mufied.
Suhu cuaca yang tinggi dapat memicu penurunan kondisi fisik akibat respons alami tubuh terhadap panas. Paparan panas memicu pelebaran pembuluh darah dan mempercepat penguapan cairan tubuh. Jika kehilangan cairan ini tidak diimbangi asupan air yang cukup, tekanan darah dapat merosot drastis dan memicu gejala pusing serta lemas.
"Karena pada saat cuaca panas itu, pembuluh darah itu akan melebar. Melebar karena ada terjadi penguapan, penguapan itu merugi kekurangan cairan. Kekurangan cairan itulah yang menyebabkan tersedak. Darahnya akan turun, ya, karena turun, karena mungkin kurang minum,” kata dr. Mufied.
Dehidrasi akibat cuaca panas yang dibiarkan dapat berkembang menjadi situasi medis berbahaya seperti heat stroke. Gejala darurat meliputi pusing berat, mual, pingsan, hingga hilangnya kemampuan tubuh untuk mengeluarkan keringat. Dalam situasi ini, penanganan cepat sangat diperlukan untuk mendinginkan suhu tubuh dan mengembalikan cairan melalui fasilitas medis.
Pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan pola hidup yang adaptif di tengah cuaca ekstrem. Masyarakat dianjurkan berteduh, rajin minum air putih, dan memakai pakaian berbahan katun yang menyerap keringat. Penggunaan kipas angin atau AC juga membantu sirkulasi udara, tetapi penempatannya harus diatur agar tidak terpapar langsung ke tubuh secara terus-menerus.
Selain keluhan panas, nyeri pada persendian sering kali salah diartikan oleh masyarakat awam. Banyak orang berasumsi bahwa setiap nyeri sendi pasti disebabkan oleh asam urat, padahal sebagian besar kasus dipicu oleh faktor lain.
"Jadi kebanyakan hampir 95% dari orang yang sakit sendi itu bukan dari asam urat, bukan penyakit yang lain. Cuman ini kan jadi semua orang ngomong, orang sendi wa gitu asam urat. Ada yang asam uratnya orang itu 15 tapi tenang-tenang saja, ada keluhan juga banyak,” ujarnya.
Keluhan kulit seperti gatal terus-menerus juga memerlukan diagnosis cermat dari spesialis. Rasa gatal disebabkan oleh faktor internal seperti alergi makanan, maupun faktor eksternal seperti infeksi jamur dan gigitan serangga. Pengobatan mandiri tanpa diagnosis berisiko menyulitkan evaluasi dokter, sehingga penanganan terbaik dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicunya.
Maka penitngnya menjaga kesehatan membutuhkan kewaspadaan diri, pola hidup sehat, dan kepatuhan terhadap saran medis. Pemenuhan cairan yang cukup saat cuaca panas dan kesadaran untuk tidak menunda pemeriksaan adalah langkah krusial dalam mencegah komplikasi. Dengan tidak meremehkan gejala awal, berbagai risiko penyakit dapat dideteksi dan ditangani secara tepat. (Fattah Zakaria)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....