Gerakan Cegah Stunting, Pemkab Banyumas Dorong Peran Keluarga
- 24 Agt 2026 10:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Pemerintah Kabupaten Banyumas memperkuat pencegahan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting. Pemerintah mengajak keluarga terlibat menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.
Kepala Dinkes KB Kabupaten Banyumas, Dani Esti Novia mengatakan, angka stunting di Banyumas terus menunjukkan penurunan. Pada 2024 angkanya mencapai 19 persen, turun menjadi 14 persen pada 2025.
Hingga Juli 2026, angka stunting Banyumas tercatat 12,9 persen. Capaian tersebut menunjukkan upaya penanganan stunting berjalan sesuai target pemerintah daerah.
“Alhamdulillah kasus di Banyumas terkawal dengan baik. Tahun 2024 19 persen, tahun 2025 menjadi 14 persen, dan tahun ini sampai Juli 12,9 persen,” ujar Dani.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, Pemkab Banyumas menggelar program Timbang Serentak bagi balita pada Agustus. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu dengan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, OPD, serta masyarakat.
Dani mengatakan, pemerintah menargetkan angka stunting tahun ini sebesar 14 persen. Dengan capaian sementara 12,9 persen, target tersebut telah terlampaui sehingga pencegahan tetap perlu diperkuat.
Menurut Dani, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting. Keluarga dinilai memiliki peran utama dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Yang paling penting adalah peran serta masyarakat, utamanya keluarga, karena keluarga sangat berperan terhadap tumbuh kembang anak,” katanya.
Ia berharap pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan. Peran aktif keluarga dan masyarakat diperlukan agar capaian penurunan stunting di Banyumas dapat dipertahankan. (Handini Pramesti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....