Kenali Gejala Stroke sejak Dini untuk Cegah Risiko Lebih Berat

  • 23 Jul 2026 12:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto – Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan yang tinggi di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya memerlukan penanganan medis yang kompleks, tetapi juga berdampak besar terhadap kualitas hidup pasien dan keluarga. Karena itu, mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah dampak yang lebih berat. Hal tersebut disampaikan dr. Choirul Mufied dalam Dialog Kesehatan Pro 1 RRI Purwokerto dengan tema Mencegah Stroke dengan Mengenali Tanda-Tanda Awal.

Menurut dr. Mufied, stroke merupakan penyakit noninfeksi dengan angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai dari deteksi dini terhadap faktor risiko, terutama tekanan darah tinggi.

"Pemerintah sangat memperhatikan pencegahan stroke. Salah satunya melalui deteksi dini agar faktor-faktor yang dapat memicu stroke bisa ditangani lebih awal," ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Mufied menjelaskan cara sederhana mengenali gejala awal stroke melalui perubahan pada wajah, lengan, dan kemampuan berbicara. Penderita umumnya mengalami wajah yang tampak mencong, salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat, serta bicara menjadi pelo atau tidak jelas.

"Kalau menemukan gejala-gejala seperti itu, segera bawa ke rumah sakit. Jangan menunggu lebih dari empat jam karena penanganan cepat sangat menentukan kondisi pasien," tuturnya.

Selain mengenali gejala, masyarakat juga diimbau menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Menjaga tekanan darah tetap normal, mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak, mempertahankan berat badan ideal, rutin berolahraga, serta berhenti merokok menjadi kebiasaan yang dapat menurunkan risiko stroke.

Menutup dialog, dr. Mufied mengajak masyarakat memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia di fasilitas kesehatan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi atau faktor risiko lain. Menurutnya, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan potensi penyakit lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum terjadi stroke.

"Yang terpenting adalah menjaga kesehatan sebelum sakit datang. Dengan menerapkan gaya hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala, risiko stroke dapat ditekan," pungkasnya. (Kartika)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....