JKN Jaga Asa Penderita Penyakit Langka

  • 04 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarengara – Penyakit serius yang dialami seorang anak kerap tidak hanya mengancam kesehatannya, tetapi juga masa depan pendidikannya. Kondisi itulah yang sempat dirasakan Raditya Zhibran Setiawan (14) yang biasa disapa dengan Gibran, siswa kelas VII Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 Banjarnegara, saat didiagnosis menderita hepatitis autoimun.

Penyakit yang menyerang organ hati tersebut membuat remaja yang akrab disapa Gibran itu harus menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengobatan di sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari Puskesmas Banjarnegara II, RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, hingga RS dr. Sardjito Yogyakarta.

Di tengah proses pengobatan yang panjang, Gibran mengaku sempat khawatir tidak dapat mengikuti kegiatan belajar seperti teman-temannya. Kondisi tubuh yang mudah lelah dan sering menurun membuatnya harus beberapa kali meninggalkan aktivitas sekolah untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan.

“Saya takut tertinggal pelajaran karena harus sering kontrol dan menjalani perawatan. Tapi guru dan teman-teman memberikan dukungan sehingga saya tetap semangat untuk sembuh,” katanya.

Beruntung, sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), seluruh proses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan Gibran dapat diakses sesuai indikasi medis tanpa harus memikirkan biaya pengobatan yang besar.

Perjalanan pengobatan Gibran bermula ketika pihak sekolah melihat kondisi kesehatannya yang terus menurun. Ia sering terlihat lemas dan kesulitan mengikuti aktivitas belajar sehari-hari. Pemeriksaan medis kemudian dilakukan untuk mencari penyebab gangguan kesehatan yang dialaminya.

Dari hasil pemeriksaan lanjutan, dokter mendiagnosis Gibran menderita hepatitis autoimun. Penyakit ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel hati sehingga memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan.

Meski harus menjalani tindakan operasi hati dan kontrol rutin, Gibran tetap berusaha menjaga semangat belajarnya. Dukungan guru, teman sekolah, serta akses layanan kesehatan yang diperoleh melalui Program JKN menjadi motivasi baginya untuk terus berjuang.

Kini kondisi kesehatannya mulai menunjukkan perkembangan positif. Ia berharap dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran tanpa hambatan.

“Saya ingin cepat sembuh supaya bisa belajar dengan semangat lagi dan tidak sering izin sekolah. Saya berterima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah merawat saya dan Program JKN yang membantu pengobatan saya,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan kesehatan dan pendidikan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Menurutnya, anak-anak yang mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik akan memiliki kesempatan lebih besar untuk tumbuh dan belajar secara optimal.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perlindungan kesehatan yang memadai. Melalui Program JKN, peserta dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan medisnya tanpa terkendala biaya, sehingga mereka dapat fokus pada proses pemulihan dan kembali melanjutkan aktivitas belajar,” jelas Dina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....