Dua Tahun Lawan Kanker, Muntakiyah Bersyukur Didampingi JKN
- 29 Jul 2026 08:01 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Kebumen – Senyum Muntakiyah (62) masih terlihat hangat meski hampir dua tahun terakhir harus berjuang melawan kanker. Warga Desa Kawedusan, Kecamatan Kebumen, itu menjalani operasi, kemoterapi, hingga perawatan intensif tanpa dihantui kekhawatiran biaya berkat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Perjalanan Muntakiyah melawan penyakit bermula dari keluhan nyeri yang semula disangka hanya saraf terjepit. Setelah menjalani pemeriksaan di RS PKU Muhammadiyah Gombong, dokter menemukan benjolan pada payudara yang harus segera dioperasi.
"Awalnya saya kira hanya saraf terjepit. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata ada benjolan di payudara. Alhamdulillah benjolan itu berhasil diangkat melalui operasi dan keluhan yang saya rasakan perlahan membaik," ujar Muntakiyah.
Namun perjuangannya belum berakhir. Hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan sel kanker telah menyebar ke tulang. Sejak saat itu, ia harus menjalani kemoterapi secara rutin sebagai bagian dari proses pengobatan kanker tulang yang dideritanya.
Rangkaian pengobatan yang panjang tentu membutuhkan biaya besar. Beruntung, seluruh layanan medis yang dijalani, mulai dari operasi, kemoterapi, kontrol rutin hingga perawatan di rumah sakit, ditanggung oleh Program JKN sesuai indikasi medis.
"Kalau tidak ada JKN, saya tidak bisa membayangkan bagaimana harus menanggung biaya pengobatan selama ini. Alhamdulillah semua ditanggung, jadi saya bisa lebih fokus menjalani pengobatan tanpa terlalu memikirkan biaya," ungkapnya.
Kemudahan juga dirasakan melalui aplikasi Mobile JKN. Dengan bantuan anaknya, Muntakiyah memanfaatkan fitur antrean online sebelum jadwal kontrol sehingga tidak perlu datang terlalu pagi atau menunggu lama di rumah sakit.
"Biasanya seminggu sebelum jadwal kontrol, anak saya membantu mengambil antrean lewat Mobile JKN. Sangat membantu karena kondisi saya tidak memungkinkan untuk terlalu lama menunggu," katanya.
Di tengah perjuangannya, Muntakiyah sempat mengalami masa kritis. Pada akhir 2024, kondisinya menurun hingga harus menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD dr. Soedirman. Ia bahkan sempat koma selama lima hari.
"Alhamdulillah saya masih diberikan kesempatan untuk pulih. Selama dirawat di ICU sampai kondisi membaik, semuanya ditanggung oleh JKN. Kami sekeluarga benar-benar merasa sangat terbantu," tuturnya.
Tak hanya Muntakiyah, manfaat Program JKN juga dirasakan suaminya, Panut Maliki (69). Sebagai peserta JKN aktif, Panut pernah menjalani operasi mata di RS Purbowangi dan kini rutin berobat untuk penyakit jantung serta diabetes melitus di RSUD dr. Soedirman tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan.
Berbekal pengalaman tersebut, Muntakiyah mengajak masyarakat menjaga kepesertaan JKN agar tetap aktif. Menurutnya, tidak ada yang mengetahui kapan penyakit datang sehingga perlindungan kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi setiap keluarga.
"Saya mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Saat dibutuhkan, JKN benar-benar sangat membantu, baik dari sisi biaya maupun kemudahan pelayanan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, mengatakan kisah Muntakiyah menunjukkan bagaimana Program JKN memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan berkelanjutan.
"Program JKN dirancang agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai indikasi medis tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan. Mulai dari pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, pemeriksaan lanjutan, operasi, kemoterapi, perawatan intensif hingga kontrol rutin dapat dijamin sesuai ketentuan," kata Dina kepada wartawan Selasa ( 28/7/2026) sore.
Dina menambahkan, BPJS Kesehatan terus mengembangkan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN agar peserta semakin mudah mengakses layanan kesehatan. Fitur antrean online, pengecekan status kepesertaan, dan berbagai layanan lainnya diharapkan mampu memberikan kepastian, efisiensi, serta menghemat waktu peserta saat berobat.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sehingga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, manfaat Program JKN dapat langsung dimanfaatkan tanpa kendala," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....