Belum Ada Vaksin Hantavirus, Upaya Pencegahan Jadi Kunci

  • 17 Mei 2026 09:39 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Hingga saat ini belum ditemukan vaksin maupun obat khusus untuk menangani hantavirus. Ahli Epidemiologi Lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman, dr. Yudhi Wibowo, menyebut penanganan medis yang diberikan kepada pasien masih bersifat suportif atau berdasarkan gejala yang muncul.

“Hingga saat ini dikatakan belum ada obatnya untuk virus ini. Pengobatannya lebih kepada gejalanya, jadi kalau pasien demam diberikan obat penurun panas,” katanya.

Ia menjelaskan, hantavirus merupakan virus dari famili hantaviridae dan termasuk virus tipe RNA. Beberapa jenis hantavirus yang dikenal antara lain Hantaan virus, Seoul virus, Puumala virus, dan Sin Nombre virus. Sementara di Indonesia, virus yang ditemukan pada tikus domestik adalah tipe Seoul virus.

Menurut Yudhi, penularan hantavirus pada manusia umumnya berasal dari paparan aerosol ekskreta tikus yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan benda yang telah terkontaminasi maupun makanan yang tercemar virus.

Meski ramai diperbincangkan masyarakat karena memunculkan kekhawatiran seperti pandemi COVID-19, ia menegaskan bahwa penularan antarmanusia pada hantavirus sangat jarang terjadi.

“Jadi masyarakat jangan terlalu khawatir seperti COVID-19 dulu, tetapi tetap harus melakukan upaya pencegahan,” ujarnya.

Ia mengatakan, gejala awal penderita hantavirus umumnya berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, dan muntah. Namun pada kondisi tertentu, penyakit dapat berkembang menjadi lebih berat.

Menurutnya, terdapat tipe hantavirus yang menyerang ginjal dan dapat menyebabkan perdarahan hingga gagal ginjal. Selain itu, ada pula tipe yang menyerang sistem pernapasan atau paru-paru.

Yudhi menambahkan, tingkat kematian atau case fatality rate hantavirus dengan gejala pernapasan berat dapat mencapai 30 hingga 50 persen.

Karena belum tersedia vaksin maupun terapi khusus, masyarakat diminta lebih fokus pada langkah pencegahan. Upaya tersebut di antaranya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, mengendalikan populasi tikus, memastikan makanan tersimpan tertutup, serta menggunakan alat pelindung diri saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....