Optimalisasi Dukungan Psikososial melalui Program Mahasiswa Berdampak
- 29 Apr 2026 15:36 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Berangkat dari kesadaran bahwa pemulihan psikis sama pentingnya dengan pemulihan fisik, Komunitas Psikososial dari Fakultas Psikologi hadir untuk membersamai penyintas dalam proses pemulihan psikis melalui pendekatan psikososial dalam program Mahasiswa Berdampak yang diselenggarakan oleh Kemendikti Saintek. Program ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa pemulihan psikologis memiliki peran yang sama pentingnya dengan pemulihan fisik bagi para penyintas.
Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang aman bagi berbagai kelompok usia, mulai dari lansia, dewasa, remaja, hingga anak-anak, untuk kembali membangun harapan dan menjalani proses pemulihan pascabencana. Kegiatan diawali dengan senam pagi yang bertujuan untuk membangkitkan semangat serta meningkatkan kebugaran para penyintas, sekaligus sebagai sarana membangun kedekatan antara tim mahasiswa dan masyarakat.
Selanjutnya, tim psikososial melaksanakan asesmen lanjutan terhadap kondisi psikologis penyintas, sebagai tindak lanjut dari asesmen yang sebelumnya telah dilakukan oleh Komunitas Psikososial dan KawanMU. Kegiatan asesmen ini bertujuan untuk memahami kondisi yang dialami penyintas serta menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kegiatan dilanjutkan dengan program “gendu-gendu rasa” yang berupa sesi berbagi pengalaman dan perasaan antar penyintas melalui diskusi santai.
Pada sesi ini, para peserta diberikan ruang untuk mengekspresikan pengalaman pascabencana serta saling memberikan dukungan emosional. Selain itu, dilaksanakan pula kegiatan “kandah tua” khusus bagi lansia sebagai wadah berbagi cerita dalam suasana yang aman dan nyaman.
Program psikososial juga menyasar kelompok remaja dan anak-anak melalui kegiatan “fun games” yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan ini bertujuan untuk menghadirkan kembali keceriaan serta membantu proses pemulihan psikologis anak. Selain itu, dilaksanakan pula sesi psikoedukasi mengenai pola asuh (parenting) bagi orang tua, guna meningkatkan kemampuan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pemulihan psikologis anak.
Sebagai bagian dari upaya edukatif, program ini juga menghadirkan kegiatan “Satu Layar Satu Cerita”, yaitu menonton film bersama yang dikemas sebagai media pembelajaran yang menyenangkan bagi seluruh kalangan penyintas. Dalam pelaksanaannya, program psikososial turut berkolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa sekolah dasar.
Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai risiko bencana serta langkah-langkah yang perlu dilakukan saat terjadi bencana. Selain itu, tim psikososial juga menjalin kerja sama dengan relawan lokal di Tapanuli Selatan, yaitu Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Tapanuli Selatan melalui program “Sahabat Tangguh”.
Dalam kegiatan ini, dilaksanakan sesi berbagi (sharing session) mengenai teknik Psychological First Aid (PFA) serta manajemen stres bagi relawan yang bertugas di situasi bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas relawan dalam memberikan dukungan psikologis kepada penyintas sekaligus menjaga kesehatan mental diri sendiri.
Secara keseluruhan, pelaksanaan Program Psikososial ini memberikan manfaat dalam mendukung pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana serta memperkuat kapasitas individu dan komunitas dalam menghadapi situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....