Desa Kebocoran Punya Kebun Toga Anti-Hipertensi, Hasil Kolaborasi UMP dan BUMDes
- 10 Sep 2026 23:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Upaya pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga) untuk mendukung kesehatan masyarakat dikembangkan di Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HMPSIK Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) membuka Kebun Toga Anti-Hipertensi di kawasan Mina Pisang.
Kebun percontohan tersebut berada di area yang menyatu dengan kebun melon milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebocoran. Selain menjadi lahan budidaya, kebun tersebut disiapkan sebagai tempat edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan tanaman herbal untuk mendukung pola hidup sehat.
Melalui program ini, warga tidak hanya diajak mengenal berbagai jenis tanaman Toga, tetapi juga dilibatkan dalam proses penanaman, perawatan, hingga pemanfaatannya.
Peresmian kebun ditandai dengan penanaman bibit Toga secara simbolis oleh perwakilan Pemerintah Desa Kebocoran dan dosen UMP. Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus BUMDes, bidan desa, kader kesehatan, serta Tim GEMA HATI yang akan mendampingi keberlanjutan program di masyarakat.
Perwakilan Tim PPK Ormawa HMPSIK UMP, Raditya Adhi, mengatakan sejumlah tanaman herbal mulai dibudidayakan di kebun tersebut. Di antaranya rosella, sereh, kemangi, seledri, dan bawang putih tunggal.
"Berbagai jenis tanaman herbal berkhasiat mulai ditanam, di antaranya rosella, sereh, kemangi, seledri, hingga bawang putih tunggal," ucap Raditya.
Kebun Toga tersebut juga dilengkapi sistem penyiraman otomatis untuk mendukung perawatan tanaman. Selain itu, tersedia area relaksasi dan ruang aktivitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
Raditya berharap warga Desa Kebocoran dapat terlibat dalam pengelolaan kebun sehingga program tersebut dapat terus berjalan setelah pendampingan dari tim mahasiswa berakhir.
"Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan," ujarnya.
Pengelolaan Kebun Toga melibatkan sejumlah unsur, mulai dari mahasiswa dan perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan agar kebun dapat dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat budidaya tanaman, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemberdayaan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....