Sering Menatap Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome

  • 15 Sep 2026 18:24 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, PURWOKERTO — Aktivitas sehari-hari yang semakin bergantung pada komputer, laptop, tablet, dan ponsel membuat masyarakat semakin sering menatap layar digital. Jika dilakukan dalam waktu lama tanpa jeda yang cukup, kebiasaan tersebut dapat memicu Computer Vision Syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata.

Mengutip laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan RI, CVS merupakan kumpulan keluhan pada mata, penglihatan, leher, dan bahu yang muncul akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Kondisi ini lebih mudah terjadi apabila posisi kerja, pencahayaan, jarak pandang, maupun kebiasaan beristirahat kurang baik.

CVS dapat dialami berbagai kalangan, terutama mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, seperti pekerja kantor, programmer, desainer grafis, analis data, guru, dosen, hingga mahasiswa. Kementerian Kesehatan menyebut, keluhan akibat CVS umumnya tidak menyebabkan kerusakan mata permanen. Namun, apabila terjadi berulang, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan, konsentrasi, hingga produktivitas.

Kenali Gejala Computer Vision Syndrome

Beberapa keluhan yang dapat muncul setelah terlalu lama menatap layar antara lain mata terasa lelah, kering, perih, panas, atau seperti berpasir. Selain itu, seseorang dapat mengalami pandangan kabur, sulit fokus, mata merah atau berair, sensitif terhadap cahaya, hingga sakit kepala.

CVS juga tidak hanya berkaitan dengan mata. Penggunaan perangkat digital dengan posisi tubuh yang kurang tepat dapat menyebabkan leher, bahu, dan punggung terasa pegal. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya frekuensi berkedip ketika seseorang berkonsentrasi menatap layar. Padahal, berkedip berperan dalam menjaga kelembapan permukaan mata. Jarak layar yang tidak sesuai, posisi monitor terlalu tinggi atau rendah, pencahayaan yang kurang nyaman, pantulan cahaya pada layar, serta ukuran tulisan yang terlalu kecil juga dapat memperberat keluhan.

Terapkan Aturan 20-20-20

Untuk mengurangi risiko CVS, Kementerian Kesehatan menganjurkan penerapan aturan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mata beristirahat dari aktivitas fokus terus-menerus pada layar.

Pengguna perangkat digital juga dianjurkan lebih sering berkedip agar permukaan mata tetap lembap. Selain itu, posisi layar sebaiknya diatur sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata. Bagian atas monitor dianjurkan sedikit lebih rendah dari tinggi mata sehingga pandangan mengarah sekitar 15 hingga 20 derajat ke bawah.

Pencahayaan ruangan juga perlu diperhatikan. Hindari kondisi ruangan yang terlalu terang maupun terlalu gelap dan kurangi pantulan cahaya pada layar. Ukuran huruf dapat diperbesar apabila terlalu kecil agar mata tidak terus-menerus bekerja keras untuk membaca.

Kapan Perlu Memeriksakan Mata?

Sebagian besar keluhan CVS dapat membaik setelah mata mendapatkan waktu istirahat dan kebiasaan penggunaan layar diperbaiki. Namun, pemeriksaan ke dokter perlu dipertimbangkan apabila mata merah tidak kunjung membaik, pandangan terus-menerus kabur, muncul nyeri mata hebat, sakit kepala berulang, atau keluhan tetap terjadi meskipun penggunaan layar sudah dikurangi.

Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya dukungan lingkungan kerja. Penyediaan meja dan kursi ergonomis, pencahayaan yang nyaman, pengurangan pantulan pada monitor, serta pemberian jeda secara berkala dapat membantu mengurangi risiko keluhan akibat penggunaan komputer. Dengan kebiasaan yang lebih sehat dan pengaturan tempat kerja yang tepat, penggunaan teknologi dapat tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....