Waspada Bahaya 'Text Neck' pada Remaja Era Gadget
- 26 Apr 2026 09:31 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Tren penggunaan gawai atau gadget yang berlebihan pada kalangan remaja kini memicu ancaman kesehatan serius berupa nyeri leher kronis dan perubahan postur tubuh. Kebiasaan menunduk dalam waktu lama saat menatap layar ponsel tidak hanya menyebabkan pegal biasa, namun dapat mengubah struktur tulang belakang secara permanen jika tidak diantisipasi sejak dini.
Dalam siaran "Jaga Malam" di RRI Pro 2 Purwokerto Senin 06 April 2026, dr. Arfelina Sugiarto, MD menjelaskan bahwa kepala manusia memiliki berat rata-rata sekitar 5 kilogram dalam posisi tegak. Namun, saat seseorang menunduk dengan sudut 45 derajat untuk melihat gawai, beban yang harus ditumpu oleh otot leher meningkat drastis hingga mencapai sekitar 22 kilogram.
"Beban ini konstan ditahan oleh otot leher karena kita terus-menerus melakukan gerakan scrolling. Jika kebiasaan ini dilakukan selama bertahun-tahun sejak usia anak-anak, maka saat memasuki usia 20-an, postur tubuh akan otomatis berubah menjadi bungkuk," ujar dr. Arverina
Kondisi yang dikenal secara populer dengan istilah Text Neck ini sering kali dianggap remeh karena dampaknya tidak langsung terasa. dr. Arverina menekankan bahwa penggunaan obat oles atau pijat hanya meredakan gejala sementara, bukan menyelesaikan akar masalahnya.
" Masalah utamanya justru terletak pada postur tubuh dan tekanan beban kepala yang berlebih pada bantalan tulang belakang atau disk. Dan resiko jangka panjang dari kebiasaan ini adalah munculnya "punuk" atau hump pada pangkal leher dan penipisan bantalan tulang belakang yang lebih cepat seiring bertambahnya usia, " tambahnya.
Hal ini lanjut dr. Arverina dapat memicu nyeri saraf yang menjalar hingga ke tangan dan pinggang. Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan untuk menerapkan disiplin durasi penggunaan gawai.
"Idealnya, setiap 30 hingga 60 menit sekali kita harus berhenti, melakukan stretching atau peregangan , dan memposisikan gawai sejajar dengan mata agar leher tidak terus menunduk," Ujarnya.
Selain pengaturan durasi, dr. Arfelina juga menyarankan untuk melakukan relaksasi otot bahu dan menjaga jarak pandang layar sejauh panjang lengan. Upaya ini dinilai krusial bagi generasi muda agar terhindar dari cacat postur dan nyeri kronis yang sulit disembuhkan di masa tua nanti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....