Cara Sehat Hadapi Kenyataan Hidup yang Mengecewakan

  • 23 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Dalam kehidupan tidak semua hal berjalan sesuai rencana, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan yang mengecewakan. Pernyataan tadi disampaikan Imam Faisal Hamzah, S.Psi., M.A selaku narasumber dalam program Ruang Psikologi di Pro 1 FM, Senin, (13/4/2026).

Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) ini menekankan bahwa rasa kecewa sebenarnya adalah "alarm" psikis yang mengindikasikan adanya ketidakberesan, serupa dengan rasa sakit fisik saat tubuh terinfeksi penyakit. Imam menjelaskan bahwa kekecewaan sering kali muncul akibat tiga bentuk harapan yang tidak selaras.

Ekspektasi yang terlalu tinggi (cenderung menyalahkan orang lain), wish atau angan-angan (cenderung menyalahkan diri sendiri), dan hope atau harapan sehat. "Harapan sehat atau hope memungkinkan seseorang untuk tetap berusaha namun memiliki toleransi dan keikhlasan jika hasil akhirnya tidak sesuai keinginan," ujar Imam.

Untuk menghadapi kekecewaan secara sehat, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah penerimaan diri. Menolak atau memendam emosi negatif justru dapat memicu penyakit psikis yang lebih serius.

Imam menyarankan agar emosi tersebut diekspresikan melalui cara-cara yang konstruktif, seperti:

  • Meluapkan Perasaan: Menangis atau marah secukupnya untuk melepaskan beban.
  • Journaling: Menuliskan keluh kesah dalam buku harian atau catatan pribadi untuk memetakan emosi.
  • Teknik Relaksasi: Melakukan latihan pernapasan, dzikir, atau meditasi untuk menurunkan tensi emosional.
  • Menyalurkan Hobi: Melakukan aktivitas yang disukai seperti menonton film atau memancing guna mendapatkan perspektif baru.

Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah pentingnya "mengambil jeda". Imam memperingatkan bahwa banyak tindakan fatal, termasuk risiko bunuh diri, terjadi karena akumulasi emosi puncak yang tidak diberikan ruang untuk beristirahat. Dengan mengambil jeda, seseorang dapat melakukan reframing atau membingkai ulang masalah secara lebih positif.

"Bisa jadi rencana kita digagalkan Tuhan karena rencana tersebut justru akan menghancurkan kita jika terwujud," tambahnya. Imam Faisal juga mengingatkan untuk tidak berputus asa dan selalu mencari nilai-nilai kebajikan (virtue) sebagai pegangan hidup.

Kekecewaan bukanlah akhir, melainkan peluang untuk evaluasi diri dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....