Skrining Kuku Jadi Langkah Cegah Infeksi Kecacingan

  • 03 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Sebanyak 70 siswa kelas V SD UMP mengikuti skrining kebersihan kuku dan edukasi cuci tangan pakai sabun sebagai upaya mencegah infeksi kecacingan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang digelar Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Program yang diketuai Defi Nurul Hayati, S.Tr.A.K., M.Kes., itu melibatkan dosen dan mahasiswa. Selain memberikan edukasi mengenai penyakit kecacingan, tim juga mengajak siswa mempraktikkan langsung perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Materi yang diberikan meliputi penyebab, cara penularan, dampak, hingga langkah-langkah pencegahan infeksi kecacingan. Penyampaian dilakukan secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan diri sejak usia dini.

Usai penyuluhan, tim melakukan skrining kebersihan kuku serta wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui kebiasaan siswa dalam menjaga kebersihan tangan dan kuku. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik cuci tangan pakai sabun (CTPS) menggunakan enam langkah yang benar.

Hasil skrining menunjukkan lebih dari separuh peserta telah memiliki kebersihan kuku yang baik. Dari 70 siswa yang mengikuti pemeriksaan, sebanyak 38 siswa atau 54,3 persen masuk kategori baik, 12 siswa atau 17,1 persen berkategori cukup, sedangkan 20 siswa atau 28,6 persen masih berada pada kategori kurang.

Ketua tim pengabdian, Defi Nurul Hayati, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup bersih melalui praktik secara langsung.

"Pencegahan kecacingan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan kuku dan mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu-waktu penting. Apabila kebiasaan ini diterapkan secara konsisten sejak usia sekolah, risiko infeksi kecacingan dapat ditekan secara signifikan," ujarnya.

Meski target program telah tercapai, Defi menilai hasil skrining masih menunjukkan perlunya pendampingan lanjutan. Sebab, sekitar 45,7 persen peserta belum memiliki kebersihan kuku yang optimal.

Karena itu, menurutnya, peran sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik sangat penting untuk membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Keterlibatan sekolah, orang tua, dan tenaga pendidik menjadi faktor penting agar kebiasaan positif tersebut dapat terus dipraktikkan di lingkungan sekolah maupun di rumah," ucapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medik FIKES UMP berharap edukasi mengenai kebersihan diri dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga mampu menekan risiko infeksi kecacingan sekaligus membangun budaya hidup bersih di kalangan anak usia sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....