Fenomena Remaja Gemar Ngopi, Inilah Dampaknya
- 22 Jul 2026 08:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga – Fenomena minum kopi di kalangan remaja saat ini semakin marak. Hampir di setiap sudut kota saat ini telah buka berbagai kedai kopi modern maupun tradisional yang menawarkan berbagai aroma dan varian dan hampir selalu dipenuhi pelanggan. Kebiasaan tersebut dinilai perlu disikapi secara bijak karena konsumsi kafein berlebihan dapat memengaruhi kesehatan, terutama jika tidak diimbangi pola hidup yang sehat.
Kepala UTD PMI Kabupaten Purbalingga, dr. Mey Dian Intan Sari saat dijumpai RRI mengatakan, tren ngopi saat ini bukan sekadar untuk menikmati minuman, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan aktivitas bersosialisasi remaja. Namun tren tersebut harus menurut dokter Mey harus disikapi dengan bijak dan harus paham batasannya.
"Minum kopi sebenarnya tidak dilarang. Namun, remaja perlu memahami batas konsumsi kafein. Jika berlebihan, dapat menyebabkan jantung berdebar, sulit tidur, cemas, hingga menurunkan kualitas istirahat," kata dr. Mey.
Menurutnya, kurang tidur akibat konsumsi kopi pada malam hari dapat berdampak pada konsentrasi belajar, produktivitas, serta kebugaran tubuh. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh apabila berlangsung dalam waktu lama.
dr. Mey mengimbau para remaja untuk lebih bijak memilih waktu dan jumlah konsumsi kopi. Ia juga menyarankan agar kebutuhan cairan tubuh tetap dipenuhi dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
"Jangan sampai kopi menggantikan kebutuhan tubuh akan air putih atau menjadi alasan untuk sering begadang. Pola hidup sehat tetap menjadi kunci menjaga kesehatan," ujarnya.
Ia berharap meningkatnya tren budaya ngopi di kalangan remaja dapat diiringi dengan pemahaman mengenai pola konsumsi yang sehat sehingga manfaat kopi tetap dapat dirasakan tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....