Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik: Jangan Sepelekan Demam Berdarah, Mulai dari Rumah

  • 21 Apr 2026 09:57 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Siapa sih yang tidak kenal dengan jenis nyamuk yang mempunyai ciri khas loreng-loreng putih di sekujur tubuhnya? Nyamuk pembawa virus mematikan yang mampu membuat manusia terinfeksi karenanya. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut, Aedes aegypti namanya.

Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti itu berasal dari famili Flaviviridae, dimana terdapat 4 tipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. DEN-1 dan DEN-4 ini penyebarannya sangat luas tapi tidak menimbulkan keparahan. Sedangkan DEN-2 dan DEN-3 itu mempunyai sifat keganasan, tapi justru banyak dijumpai di Indonesia, terutama DEN-3. Jadi, DEN-1 dan DEN-4 ini sifatnya hampir sama, dimana menyebabkan kasus yang tinggi namun tidak menimbulkan keparahan atau kematian serta DEN-2 dan DEN-3 menimbulkan keparahan, shock syndrom, dan apabila mengalami keterlambatan dalam penanganannya, maka akan mengakibatkan kematian.

Virus dengue yang menginfeksi manusia ini memiliki dua masa inkubasi, yaitu inkubasi ekstrinsik dan intrinsik, dimana masa inkubasi tersebut merupakan masa terinfeksi sampai dengan munculnya berbagai gejala DBD. Nuryanto yang merupakan salah satu dosen di Politeknik Kesehatan (Poltekes) Negeri Semarang Kampus Purwokerto menjelaskan salah satu masa inkubasi tersebut, yaitu inkubasi ekstrinsik yang perkembangannya berada di kelenjar liur nyamuk.

“Pada masa inkubasi ekstrinsik ini, virus dengue berkembang di dalam kelenjar liur nyamuk Aedes aegypti sekitar 8-10 hari yang kemudian penularannya dengan cara menggigit atau menghisap darah manusia. Sehingga manusia pun menjadi terinfeksi dan berakhir virusnya berkembang di dalam tubuh manusia, dimana rata-rata masa inkubasinya sekitar 4-6 hari,” jelas Nuryanto dalam Program Jendela Informasi Kita (JELITA) di Pro 1 RRI Purwokerto.

Sedangkan inkubasi intrinsik terjadi sekitar 3-14 hari sebelum gejalanya muncul dan untuk gejala klinisnya akan muncul pada kisaran hari keempat sampai hari ketujuh.

Gejala demam berdarah ini ditunjukkan dengan naiknya suhu antara 38-39°C bahkan jarang sampai ke suhu 40°C jika tidak terjadi pemberatan, demamnya berlangsung 3-7 hari, dan rata-rata 2-3 hari itu demamnya mencapai 38°C. Tapi setelah itu demamnya akan turun ke suhu normal, sehingga banyak yang beranggapan bahwa telah sembuh.

Namun ternyata fase tersebut justru fase yang berbahaya dan Anda perlu waspada.

Setelah dua hari merasa baikan bahkan sembuh, kemudian di hari ketujuh mengalami demam lagi bahkan suhunya bisa mencapai 39-40°C. Dan di fase itulah mulai muncul tanda-tanda lainnya, seperti gusi berdarah, timbul ruam atau bintik-bintik merah, sampai mimisan. Jika di fase tersebut tidak segera ditangani dengan memberikan cairan atau rehidrasi, maka akan terjadi shock syndrom bahkan sampai menyebabkan kematian.

Nyamuk Aedes aegypti ini ternyata menyukai daerah tropis, khususnya dengan suhu 23-28°C. Selain itu, habitat nyamuk Aedes yaitu di sekitar pemukiman bahkan di dalam rumah, seperti di vas bunga yang terdapat airnya, sudut rumah yang gelap, genangan air, dan lain sebagainya. Sehingga nyamuk Aedes tidak harus menunggu musim hujan untuk bertelur, tapi dengan potensi yang ada seperti genangan air yang tidak hanya berasal dari hujan pun dapat membuatnya berkembang biak.

Budi Utomo yang merupakan rektor dari Poltekes Negeri Semarang Kampus Purwokerto juga menjelaskan bahwa nyamuk Aedes tidak menggigit sepanjang hari.

“Terdapat waktu-waktu tertentu bagi nyamuk Aedes untuk menggigit manusia, yaitu mulai dari jam 06.00-18.00 sore, dan waktu tertingginya itu dari jam 07.00-11.00 siang serta dilanjut lagi dari jam 15.00-18.00 sore,” ujar Budi.

Hal itu ternyata dipengaruhi oleh sifat dari nyamuk Aedes yang endofilik, yaitu nyamuk lebih menyukai menghisap darah ketika manusia berada di dalam rumah. Selain itu juga karena suhu kelembabannya optimal dan disukai oleh nyamuk Aedes serta karena faktor habitat yang disukai nyamuk Aedes. Tapi, Nur Utomo dalam dialog JELITA tersebut juga menjelaskan bahwa akhir-akhir ini nyamuk Aedes juga aktif menghisap darah manusia di malam hari. Jadi memang perlu untuk Anda waspadai sepanjang harinya dan jangan sampai lengah.

Lalu, apakah fogging merupakan langkah yang tepat sebagai upaya pengendalian nyamuk Aedes aegypti ini? Ternyata fogging itu bukan solusi terakhir dalam mengendalikan nyamuk Aedes, karena bisa jadi fogging tersebut hanya membuat nyamuk berpindah tempat saja, tapi tidak dengan membunuhnya. Selain itu, fogging hanya digunakan untuk menarget nyamuk dewasa saja, sedangkan jentik-jentik dan telurnya tidak. Sehingga membuat perkembang biakannya masih terus berlanjut. Jika ingin melakukan fogging, lebih baik dilakukan secara rutin satu kali dalam seminggu.

Lantas, bagaimana cara pencegahan yang tepat dan efektif? Cara mencegah terjangkit demam berdarah dengue yaitu waspada terhadap orang di sekitar Anda yang sedang terkena demam berdarah, apalagi jarak rumah Anda terhadap rumah yang didalamnya terdapat kasus demam berdarah itu tidak lebih dari 100 meter. Sehingga jarak tersebut masih dalam jangkauan nyamuk untuk mencari ‘mangsa’ lainnya yang bisa saja Anda menjadi korban selanjutnya.

Maka dari itu perlu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara rutin dan berkelanjutan dengan 3M Plus, yaitu mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan menguras tempat penampungan air. Kemudian untuk bagian plusnya yaitu menggunakan kelambu saat hendak tidur, mengoleskan lotion anti nyamuk, menyemprotkan insektisida, menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa pada jendela serta ventilasi, dan lain sebagainya.

Selain itu, perlu juga untuk memperhatikan bagaimana kondisi rumah Anda, seperti harus ada ventilasi agar cahaya dapat masuk secara cukup ke dalam rumah, perhatikan pencahayaannya juga agar rumah tidak terlalu gelap, dan jangan biasakan menggantung pakaian karena nyamuk menyukai CO2 serta bau-bauan seperti keringat yang akhirnya dijadikan sebagai tempat bersemayamnya nyamuk. Kemudian upayakan agar sinar matahari dan sirkulasi udara masuk ke dalam rumah, sehingga tidak menyebabkan kelembaban yang disukai nyamuk.

Sebagai kalimat penutup, Nur Utomo menekankan untuk tidak menyepelekan demam berdarah maupun demam biasa. Anda tidak akan tahu dampak apa yang akan terjadi kedepannya. Karena semua penyakit dapat berpotensi meregang nyawa manusia jika tidak ditangani secara cepat dan tepat akibat terlalu disepelekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....