Delapan Warga Satu RT di Banyumas Diduga Terjangkit DBD

  • 08 Jul 2026 15:13 WIB
  •  Purwokerto

RRI. CO.ID, Banyumas – Warga RT 3 RW 1 Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dibuat resah setelah sedikitnya delapan warga dari tiga rumah diduga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) dalam kurun waktu sekitar dua pekan terakhir. Dua di antaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Purwokerto, sementara enam lainnya telah dinyatakan sembuh setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Kasus-kasus tersebut terjadi di lingkungan yang berada di belakang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Dawuhan Kulon. Warga khawatir penularan akan terus meluas apabila tidak segera dilakukan langkah pengendalian.

Salah seorang warga, Jufri, menuturkan, kasus bermula ketika seorang Bu Siti di lingkungan tersebut mengalami demam dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tidak lama kemudian, anggota keluarga lainnya, mulai dari anak laki-laki, menantu, dua cucu hingga asisten rumah tangga, mengalami gejala serupa dan juga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Setelah itu, keponakan saya juga sakit dan dibawa ke RSI. Kemudian istri saya juga mengalami hal yang sama dan dirawat di RSI pada Rabu (8/7/2026)," ujar Jufri kepada RRI Purwokerto.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga semakin khawatir karena kasus terus bermunculan dalam waktu yang berdekatan. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penyelidikan epidemiologi dan pengasapan (fogging) untuk mencegah penyebaran nyamuk pembawa virus dengue.

"Kami minta Dinas Kesehatan atau pemerintah segera melakukan fogging. Kami khawatir jumlah warga yang terkena akan terus bertambah dan semakin banyak yang harus dirawat di rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, RRI Purwokerto juga memperoleh informasi bahwa beberapa bulan lalu terdapat seorang warga di desa yang sama meninggal dunia dan diduga akibat DBD.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan klaster DBD tersebut. Sejumlah pejabat di dinas itu mengaku belum menerima laporan mengenai adanya sejumlah warga Desa Dawuhan Kulon yang diduga terjangkit demam berdarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....