90 Persen Kematian Ibu Bisa Dicegah, Banyumas Perkuat Deteksi Dini
- 17 Apr 2026 16:24 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menegaskan bahwa sebagian besar kasus kematian ibu sebenarnya masih dapat dicegah. Hal ini menjadi dorongan untuk memperkuat upaya deteksi dini serta persiapan kesehatan sejak sebelum masa kehamilan.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, lebih dari 90 persen kasus kematian ibu memiliki peluang untuk dihindari apabila penanganan dilakukan lebih awal dan tepat.
“Yang perlu menjadi perhatian kita bersama, lebih dari 90 persen kasus kematian ibu sebenarnya bisa dicegah. Artinya, masih ada ruang yang sangat besar untuk kita perbaiki, terutama lewat deteksi dini dan persiapan sejak sebelum kehamilan,” ujarnya.
Ia menilai, meskipun capaian pelayanan kesehatan ibu dan anak di Banyumas tergolong cukup baik, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait angka kematian ibu, kematian bayi, serta tingginya jumlah ibu hamil berisiko.
Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Banyumas mencatat 14 kasus kematian ibu dengan angka kematian ibu (AKI) sebesar 85,64 per 100 ribu kelahiran hidup. Sementara itu, angka kematian bayi (AKB) tercatat sebesar 12,79 per seribu kelahiran hidup.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Banyumas mendorong penguatan upaya dari hulu hingga hilir, mulai dari fase pra kehamilan, masa kehamilan, hingga setelah persalinan. Salah satunya melalui inovasi program RAOS (Risiko, Aja Ora Skrining) yang menyasar wanita usia subur, pasangan usia subur, hingga calon pengantin.
“Melalui pendekatan ini, kita ingin memastikan bahwa setiap kehamilan benar-benar direncanakan, dipersiapkan, dan dijaga dengan baik,” kata Sadewo.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan ibu hamil, termasuk dengan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin minimal enam kali serta memperkuat peran keluarga dalam pendampingan.
Menurutnya, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi tidak bisa hanya bergantung pada tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Karena menjaga kesehatan ibu hamil bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan saja, tetapi tanggung jawab bersama, baik suami, keluarga, masyarakat, maupun pemerintah,” tuturnya.
Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat Banyumas 2026 (Gurih Mass) yang digelar di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Banyumas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....