Hati-hati Digital Burnout! Ini Alasan Kenapa Banyak Anak Muda Pilih 'Libur' dari Sosme
- 27 Mar 2026 09:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pernah merasa capek banget padahal cuma rebahan sambil scrolling TikTok atau Instagram? Hati-hati, bisa jadi kamu lagi kena Digital Burnout.
Belakangan ini, tren "libur" dari media sosial atau digital detox makin populer di kalangan anak muda. Ternyata, ini bukan sekadar ikut-ikutan tren, tapi sebuah langkah penyelamatan diri.
Banyak dari kita yang merasa media sosial sudah bukan lagi tempat hiburan, melainkan sumber tekanan. Lantas, apa sih yang sebenarnya terjadi di balik layar gadget kita?
Fenomena Self-Esteem yang Tergerus
Mengutip riset dari laman resmi Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara (Untar), penggunaan media sosial yang berlebihan punya pengaruh besar terhadap kesehatan mental remaja. Salah satu pemicu utamanya adalah kecenderungan untuk membandingkan diri sendiri dengan kehidupan orang lain yang terlihat "sempurna" di feed.
Proses perbandingan sosial ini secara perlahan bisa menurunkan self-esteem (harga diri) dan memicu rasa tidak puas pada diri sendiri.
Makin Banyak Akun, Makin Rentan Depresi
Bukannya makin eksis, punya terlalu banyak akun media sosial justru bisa jadi bumerang. Berdasarkan studi yang disorot oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada laman resminya, pemuda yang mengelola banyak platform media sosial cenderung lebih mudah mengalami depresi.
| Baca juga: Cegah Pneumonia dengan Imunisasi PCV |
Tekanan untuk selalu update dan menjaga citra di berbagai platform sekaligus ternyata menguras energi mental secara drastis.
Mencari Keseimbangan di Dunia Digital
Menyadari dampak negatif tersebut, kesadaran akan pentingnya batasan digital mulai tumbuh. Melalui inisiatif yang banyak dilakukan kini mendorong penggunaan teknologi yang lebih sehat dan berkesadaran (mindful).
Memilih untuk "log out" sejenak atau membatasi waktu layar (screen time) bukan berarti kita anti-teknologi, melainkan cara untuk kembali terhubung dengan realitas dan menjaga kesehatan mental agar tetap stabil. Jadi, kalau kamu merasa mulai cemas saat melihat postingan orang lain atau merasa wajib online 24/7, mungkin itu sinyal dari tubuhmu untuk istirahat.
Ingat, it’s okay to be offline. Kesehatan mentalmu jauh lebih berharga daripada jumlah likes atau followers.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....