Pentingnya JKN, Operasi Fraktur Tulang Anak Jaryati Ditanggung Penuh

  • 18 Feb 2026 14:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Sebagai penunjang perlindungan kesehatan masyarakat, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya. Bagi Jaryati (41) kehadiran Program JKN bagai penyelamat di saat keluarganya menghadapi situasi darurat medis.

Jaryati seorang ibu rumah tangga dari Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas telah menjadi peserta JKN aktif sejak 2019. Selama itu pula ia mengaku telah merasakan langsung manfaat Program JKN, seperti ketika anaknya mengalami kecelakaan yang mengharuskan tindakan operasi segera.

“Anak saya nggak sengaja jatuh dari ketinggian dua meter pas lagi main. Tangannya buat tumpuan saat jatuh jadi tulangnya patah. Keluarga tentu panik karena kejadiannya juga mendadak. Butuh pertolongan medis segera,” tutur Jaryati, Rabu (18/02/2026).

Jaryati segera membawanya ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk mendapatkan penanganan awal. Namun petugas medis menilai kondisi sang anak memerlukan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit. Menurut Jaryati respons tenaga medis berlangsung cepat dan sigap.

“Sore hari kami sampai di IGD rumah sakit, paginya langsung dapat penanganan operasi. Penanganannya cepat, nggak ada biaya tambahan sama sekali. Operasi gratis dan pelayanan dari rumah sakit juga bagus,” ujarnya.

Di tengah kekhawatiran atas kondisi sang anak, satu hal yang membuat Jaryati merasa lega adalah kepastian biaya pengobatan yang ditanggung penuh oleh Program JKN. Ia memastikan tidak ada pungutan biaya sama sekali untuk tindakan operasi fraktur tulang sang anak.

“Bersyukur ada Program JKN, kalau sampai nggak ada tentu kami merasa sangat berat. Kalaupun dalam kondisi sehat, kita nggak tahu kapan akan sakit jadi tetap harus ada pegangan. Sangat bermanfaat bagi perlindungan kesehatan keluarga,” jelasnya.

Tak hanya soal pembiayaan, Jaryati juga menilai kualitas pelayanan rumah sakit telah memuaskan. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa Program JKN bukan hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga memastikan pesertanya memperoleh layanan medis yang layak.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Program JKN. Semoga program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk semua,” pungkasnya penuh harap.

Bagi keluarga Jaryati, biaya operasi fraktur tulang tidak murah. Tanpa Program JKN, beban finansial bisa menjadi persoalan besar. Pasca operasi, anak Jaryati melanjutkan penanganan dengan rawat jalan secara berkala. Hingga saat ini, anaknya telah melakukan kontrol sebanyak tiga kali sejak November 2025. Ia menambahkan bahwa proses kontrol berjalan lancar tanpa kendala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....