Jajan Terus, Sehat Enggak Sih? Ini Kata Dokter
- 27 Jan 2026 12:03 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Kebiasaan mengonsumsi camilan atau "jajan" kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern, terutama di kalangan generasi muda. Namun, di balik beragamnya variasi jajanan kekinian, tersimpan risiko kesehatan yang perlu diwaspadai akibat rendahnya kandungan nutrisi dan tingginya zat tambahan.
Dialog interaktif "Jaga Malam" pada Senin (5/1/2026), narasumber kesehatan dr. Arfelina Sugiarto, MD, membedah fenomena kebiasaan jajan masyarakat saat ini. Menurutnya, terdapat perbedaan signifikan antara jenis jajanan zaman dahulu dengan jajanan UMKM maupun industri saat ini.
"Dulu, snack atau camilan cenderung lebih alami, seperti kacang rebus, tahu sumedang, atau tempe goreng. Namun sekarang, industri kreatif menghasilkan produk seperti sotong tanpa ikan, tahu bulat, hingga mie gulung yang didominasi oleh tepung dan penyedap rasa," ujar dr. Arfelina. Beliau menekankan bahwa banyak jajanan populer saat ini hanya mengandung karbohidrat dan sodium (garam) yang tinggi, namun hampir tidak memiliki nilai gizi esensial.
Selain kandungan karbohidrat berlebih, dr. Arfelina juga menyoroti risiko dari konsumsi minuman manis dan kopi kemasan yang tinggi gula. Ia menjelaskan bahwa konsumsi gula secara terus-menerus dapat memicu resistensi insulin.
"Tubuh kita bisa menjadi 'kebal' terhadap insulin karena paparan gula yang konstan. Jika ini terjadi, insulin tidak lagi sensitif dalam membersihkan gula dari pembuluh darah, yang kemudian memicu kondisi prediabetes hingga diabetes kronis," jelasnya. Kondisi ini bersifat jangka panjang dan sulit untuk dikembalikan seperti semula jika sudah mencapai tahap kronis.
Menariknya, kebiasaan jajan tidak selalu dipicu oleh rasa lapar fisik. Dr. Arfelina menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti rasa bosan (saat liburan atau waktu luang) serta fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap tren kuliner baru turut mendorong seseorang untuk terus mengonsumsi camilan.
dr. Arfelina mengimbau untuk lebih bijak dalam memilih apa yang dikonsumsi dengan cara memeriksa tabel informasi nilai gizi pada kemasan dan memperhatikan frekuensi jajan. Pilihan camilan sehat seperti buah-buahan atau makanan olahan rumah yang minim tepung tetap menjadi rekomendasi utama untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....