Superflu di Kalangan Remaja: Bagaimana Mengubah Gaya Hidup
- 22 Jan 2026 08:10 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kasus Superflu atau flu berat yang disertai gejala lebih intens kini mulai banyak ditemukan di kalangan remaja. Kondisi ini menjadi perhatian karena sering kali dianggap sebagai flu biasa, padahal dapat berdampak pada aktivitas harian hingga kesehatan jangka panjang.
Dalam Obrolan Kesehatan Pro 2 bersama dr. Meta Mukhsinina Purnama, menjelaskan bahwa superflu berasal dari virus influenza. Secara gejala, penyakit ini memang menyerupai flu pada umumnya, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri badan. Namun, Superflu memiliki masa inkubasi yang lebih cepat, daya tahan virus yang lebih lama di tubuh, serta tingkat penularan yang lebih tinggi.
“Superflu bisa menyebar melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Pada beberapa kasus, penyakit ini bahkan dapat menyebabkan sesak napas,” jelas dr. Meta.
Ia menambahkan, Superflu dapat bertahan lebih lama di dalam tubuh dan berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih parah, terutama pada seseorang yang memiliki penyakit penyerta atau daya tahan tubuh yang rendah. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah demam tinggi yang muncul secara mendadak dan tidak kunjung membaik.
Pengobatan Superflu sendiri bergantung pada tingkat keparahan yang dialami pasien. Pada kondisi ringan, istirahat cukup dan pengobatan simptomatik dapat membantu pemulihan. Namun, pada kasus yang lebih berat, pemeriksaan dan penanganan medis menjadi sangat penting untuk mencegah komplikasi lanjutan.
Untuk pencegahan, dr. Meta menegaskan bahwa langkah-langkah yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan kebiasaan saat pandemi Covid-19. Mencuci tangan secara rutin, memakai masker ketika sakit, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan menjadi upaya efektif dalam menekan penyebaran virus.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) meskipun sedang tidak berada dalam situasi pandemi. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat cukup menjadi kunci utama menjaga daya tahan tubuh.
Superflu memang kerap dianggap sepele, namun kesadaran dan kewaspadaan sejak dini, terutama di kalangan remaja, sangat diperlukan. Dengan mengenali gejala, menjaga pola hidup sehat, serta segera mencari pertolongan medis bila diperlukan, resiko Superflu dapat diminimalkan di tengah musim pancaroba. (Nisrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....