Jangan Sepelekan Begadang, Kenali Ragam Dampak Buruknya bagi Kesehatan
- 17 Jun 2026 08:09 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Kebiasaan terjaga hingga larut malam atau begadang kini menjadi fenomena yang lumrah di masyarakat, baik karena tuntutan aktivitas maupun sekadar pemenuhan gaya hidup. Padahal, dampak jangka panjang akibat kekurangan tidur sangat nyata dan berisiko memicu berbagai penyakit kronis yang berbahaya.
Dilansir dari laman KlikDokter, kebiasaan sering begadang tidak hanya memengaruhi kebugaran tubuh pada siang hari, tetapi juga berdampak buruk pada kesehatan mental, organ dalam, reproduksi, hingga penampilan fisik.
1. Memicu Gangguan Mental
Tidur yang cukup sangat diperlukan agar otak dan sistem saraf pusat dapat berfungsi dengan optimal. Kekurangan tidur dapat mengganggu kemampuan mental dan kestabilan emosional seseorang. Dalam kondisi parah, kurang tidur bisa memicu halusinasi, cemas berlebihan, perilaku impulsif, paranoia, depresi, bahkan meningkatkan risiko munculnya pikiran bunuh diri.
2. Risiko Diabetes, Penyakit Jantung, dan Stroke
Saat manusia tertidur, sistem daya tahan tubuh akan memproduksi senyawa penting seperti antibodi dan sitokin untuk melawan infeksi. Sering begadang membuat sistem imun tidak bekerja maksimal.
Dokter Devia Irine Putri melalui KlikDokter menjelaskan bahwa kurang tidur juga berdampak langsung pada fluktuasi tekanan darah. Lonjakan tekanan darah inilah yang kemudian melipatgandakan risiko penyakit kronis seperti diabetes, jantung koroner, hingga stroke.
3. Obesitas dan Gangguan Hormon
Durasi tidur sangat memengaruhi regulasi dua hormon pengatur rasa lapar, yaitu leptin dan ghrelin. Kurang tidur memicu lonjakan nafsu makan yang sering kali dilampiaskan dengan konsumsi camilan malam berlebih. Jika tidak diimbangi dengan olahraga, tubuh akan gagal membakar cukup kalori sehingga memicu obesitas.
Selain itu, proses produksi hormon pertumbuhan (growth hormone) dan hormon seksual seperti testosteron terbukti terganggu akibat pola tidur yang buruk. Pada anak dan remaja, hal ini bisa menghambat pertumbuhan fisik, sementara pada pria dewasa, penurunan testosteron berujung pada penurunan libido atau gairah seksual.
4. Kerusakan Memori, Demensia, dan Autoimun
Otak memanfaatkan waktu tidur untuk membentuk jalur memori baru. Kurang tidur secara kronis akan menurunkan konsentrasi dan merusak fungsi daya ingat, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Sebuah studi yang dipimpin oleh Dr. Séverine Sabia dari Inserm dan University College London menunjukkan adanya korelasi kuat antara pola tidur buruk sejak usia muda dengan risiko demensia serta Alzheimer di kemudian hari. Selain itu, peradangan kronis akibat begadang juga memicu sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri atau dikenal sebagai penyakit autoimun.
5. Rentan Infeksi Saluran Pernapasan dan Penuaan Dini
Lemahnya benteng pertahanan tubuh akibat begadang membuat seseorang lebih rentan terserang virus influenza dan infeksi saluran pernapasan.
Bukan hanya organ dalam, penampilan fisik pun akan terdampak. Dokter Devia menambahkan bahwa kurang tidur memicu tingginya hormon stres kortisol yang dapat memecah kolagen. Akibatnya, kulit kehilangan elastisitasnya, memicu munculnya garis halus, mata bengkak, serta gejala penuaan dini lainnya.
Mengingat banyaknya bahaya yang mengancam, para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk kembali memperhatikan kuantitas dan kualitas tidur demi menjaga investasi kesehatan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....