Dafest ke-29 Dibuka, Mahasiswa UIN Saizu Diajak Bijak Bermedia Digital
- 06 Okt 2026 09:59 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Dakwah Anniversary Festival atau Dafest ke-29 Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto resmi dibuka, Senin (5/10/2026).
Pembukaan oleh Dekan Fakultas Dakwah UIN Saizu, Prof. Muskinul Fuad, berlangsung di Auditorium UIN Saizu dan diawali diskusi publik bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Diskusi mengangkat tema “Penguatan Ekosistem Digital yang Sehat: Peran Komunikasi Publik Generasi Muda Indonesia”. Tema tersebut menyoroti peran mahasiswa sebagai pengguna sekaligus pembuat dan penyebar informasi di ruang digital.
Prof. Muskinul Fuad mengatakan, perkembangan teknologi membuat dakwah tidak lagi terbatas pada ruang-ruang konvensional, tetapi juga hadir melalui media digital.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dan menunjukkan kreativitasnya. Dakwah hari ini tidak lagi terbatas pada mimbar dan majelis, tetapi juga hadir di layar-layar yang kita genggam,” ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan ruang digital secara bijak, dengan mengedepankan etika komunikasi serta menyebarkan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah pribadi yang menyejukkan di ruang digital, bukan yang memperkeruh suasana,” pesannya.
Diskusi menghadirkan Akademisi UIN Saizu Nur Azizah, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman Dr. Edy Santoso, serta pegiat media sosial M. Irfan Bahtiar. Diskusi dipandu Dosen Fakultas Dakwah M. Rifqi Atsani.
Para narasumber membahas sejumlah persoalan ruang digital, mulai dari literasi digital, etika bermedia sosial, hoaks, ujaran kebencian hingga strategi komunikasi publik generasi muda.
Mahasiswa juga didorong untuk lebih kritis dalam menerima informasi, melakukan verifikasi sebelum membagikannya, serta mempertimbangkan dampak dari setiap konten dan komentar yang dipublikasikan.
Dalam konteks Fakultas Dakwah, ruang digital juga dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana menyampaikan pesan keagamaan yang edukatif, moderat, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa membahas cara menghadapi komentar negatif, menyaring informasi menyesatkan, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah.
Pembukaan Dafest ke-29 menjadi awal rangkaian kegiatan yang digelar DEMA Fakultas Dakwah UIN Saizu. Selain menjadi peringatan hari jadi fakultas, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi mahasiswa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....