UIN Saizu Wacanakan Kurikulum Khusus bagi Mahasiswa Atlet

  • 08 Sep 2026 14:19 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri atau UIN Saizu Purwokerto mewacanakan penyusunan kurikulum khusus bagi mahasiswa yang berstatus atlet. Gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat pembinaan mahasiswa berprestasi di bidang olahraga.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Saizu, Prof. Sunhaji mengatakan, mahasiswa yang menjadi atlet memiliki tanggung jawab ganda. Selain menjalani perkuliahan, mereka harus mengikuti latihan dan kompetisi untuk membawa nama baik kampus.

Menurutnya, diperlukan sistem yang dapat mengakomodasi kedua tanggung jawab tersebut secara proporsional.

“Saya sebenarnya ingin membuat kurikulum atlet. Jadi, atlet-atlet itu memiliki kurikulum tersendiri. Tapi ini prosesnya panjang,” ujar Prof. Sunhaji saat memberikan pembekalan kepada kontingen UIN Saizu yang akan mengikuti Porsi Jawara II di UIN Gus Dur Pekalongan, Senin (7/9/2026).

Prof. Sunhaji mengatakan, sembari mempersiapkan konsep kurikulum khusus tersebut, kampus telah memberikan dukungan melalui mekanisme dispensasi bagi mahasiswa yang harus meninggalkan perkuliahan karena mengikuti pertandingan.

Mahasiswa yang mengikuti kompetisi diminta berkomunikasi dengan dosen dan menyerahkan surat dispensasi sesuai ketentuan. Dengan demikian, prestasi olahraga tidak harus mengorbankan kewajiban akademik mahasiswa.

“Minimal ada dispensasi bahwa Anda tidak kuliah, tapi untuk berjuang mencapai prestasi untuk kampus kita,” katanya.

Menurut Prof. Sunhaji, pembinaan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik. Potensi mahasiswa di bidang olahraga, seni, maupun bidang nonakademik lainnya juga perlu dikembangkan.

Wacana tersebut disampaikan di tengah persiapan kontingen UIN Saizu mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah atau Porsi Jawara II di UIN Gus Dur Pekalongan.

Kontingen UIN Saizu terdiri atas 73 atlet dan 17 pendamping. Mereka akan mengikuti berbagai cabang olahraga, seni, dan ilmiah yang berlangsung 9 hingga 13 September 2026.

Dalam pembekalan tersebut, Prof. Sunhaji meminta para atlet memperhatikan empat aspek, yakni mental, disiplin, etika dan sportivitas, serta strategi dan kesiapan fisik.

Ia menekankan pentingnya membangun mental dan kepercayaan diri saat menghadapi peserta dari perguruan tinggi lain. Para atlet UIN Saizu diminta tidak merasa lebih rendah dari kontingen lainnya.

“Sekarang level kita sama dengan mereka,” tegasnya.

Selain itu, atlet diminta menjaga kondisi fisik dengan mengatur waktu istirahat selama kompetisi. Mereka juga diingatkan menjaga etika, menghormati keputusan juri, menghargai lawan, serta menjaga ketertiban selama berada di lokasi pertandingan.

Prof. Sunhaji menilai prestasi olahraga juga dapat menjadi bekal mahasiswa untuk mengembangkan karier setelah lulus. Karena itu, potensi mahasiswa berprestasi perlu dikembangkan sejak berada di bangku kuliah.

Melalui wacana kurikulum khusus atlet, UIN Saizu berharap dapat membangun pola pembinaan yang lebih sistematis sehingga mahasiswa tetap dapat menyelesaikan pendidikan sekaligus mengembangkan prestasi di bidang olahraga.

Prof. Sunhaji berharap kontingen UIN Saizu mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi dalam Porsi Jawara II.

“Semoga bisa mendulang prestasi sebanyak-banyaknya,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....