Prestasi Mahasiswa KPI UIN Saizu, Menembus Panggung Nasional Lewat Dakwah Kreatif
- 08 Sep 2026 08:15 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Kecintaan terhadap dunia dakwah dan public speaking mengantarkan Zacky Ferdianto, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah UIN Saizu Purwokerto, meraih berbagai prestasi di tingkat nasional.
Terbaru, mahasiswa asal Purbalingga tersebut berhasil meraih Juara 1 Lomba Dai Nasional Festival Dakwah Nusantara 2026 yang digelar Lembaga Dakwah Kampus UIN Sunan Kudus, 27 Juli 2026.
Zacky harus bersaing dengan 30 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui seleksi daring, ia berhasil masuk 10 besar dan melanjutkan kompetisi secara luring di Kampus UIN Sunan Kudus.
| Baca juga: 695 Mahasiswa UIN Saizu Resmi Jadi Sarjana |
Menurut Zacky, mengikuti lomba bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi menjadi ruang untuk mengasah kemampuan berdakwah dan menyampaikan pesan Islam dengan cara yang relevan bagi generasi muda.
“Saya mengikuti lomba ini karena memiliki passion di bidang dakwah dan public speaking. Lomba ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan berdakwah, menyampaikan pesan-pesan Islam yang rahmatan lil 'alamin, menambah pengalaman, serta mengharumkan nama kampus dan daerah di tingkat nasional,” ujarnya.
Hingga kini, Zacky telah mengikuti sekitar 20 kompetisi dakwah dan pidato. Tidak semuanya berakhir dengan kemenangan, namun pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam mengasah kemampuan berbicara di depan publik.
Sejumlah prestasi juga telah diraihnya, di antaranya Juara 1 Lomba Da'i se-Jawa di UIN Salatiga, Juara 2 Lomba Da'i Islamic Contest tingkat nasional di Jember, serta Juara 3 Lomba Pidato Ramadhan tingkat nasional UPI Bandung pada 2025.
Pada 2026, prestasinya semakin beragam. Selain meraih juara dalam sejumlah kompetisi dai tingkat nasional dan provinsi, Zacky juga meraih Silver Medal Musabaqah Syarhil Qur'an pada 4th SEIBA International Festival 2026 di UIN Imam Bonjol Padang.
Sebagai mahasiswa KPI, Zacky juga melihat media digital sebagai ruang baru untuk berdakwah. Menurutnya, pesan keislaman tidak selalu harus disampaikan melalui ceramah panjang, tetapi dapat dikemas melalui video pendek, konten kreatif, hingga public speaking.
Ia menilai dakwah di era digital perlu menggunakan bahasa yang santun, kreatif, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan generasi muda.
Bagi Zacky, berbagai penghargaan yang diraih bukanlah akhir perjalanan. Ia ingin terus meningkatkan kemampuan komunikasi, menghasilkan karya yang bermanfaat, serta mengajak generasi muda mengenal dakwah dengan cara yang lebih kreatif.
“Saya berharap dapat terus meningkatkan kualitas dakwah, menghasilkan karya-karya yang bermanfaat, menginspirasi generasi muda melalui dakwah yang kreatif, serta terus mengharumkan nama kampus dan daerah di berbagai kompetisi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....