Dosen Unwiku Purwokerto Dampingi UMKM Keripik Pisang

  • 31 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas– Melimpahnya bahan baku pisang di Desa Randegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, kini mulai berbuah peluang ekonomi baru. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM, Universitas Wijayakusuma Purwokerto (Unwiku) membantu pelaku UMKM keripik pisang sale meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat pemasaran produknya.

Program yang berlangsung selama delapan bulan, sejak Mei hingga Desember 2026, menyasar pelaku UMKM di RT 03/RW 09 Desa Randegan. Hasilnya, pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengelola usaha meningkat hingga 80 persen.

Ketua Tim PKM Unwiku, Assoc. Prof. Dr. Hj. Isnaeni Rokhayati, mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi yang cukup kontras. Desa Randegan memiliki bahan baku pisang yang melimpah, namun belum sepenuhnya mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Bahan baku pisang di desa ini sangat melimpah, namun kemampuan produksi mitra sangat rendah karena masih memakai alat sederhana. Selain itu, mereka belum punya merek, kemasannya tidak bervariasi, dan kemampuan manajemen usahanya masih terbatas,” ujarnya dalam keterangan pers Senin ( 31/8/2026).

Menurut Isnaeni, tim PKM kemudian memberikan pendampingan secara menyeluruh. Tidak hanya melalui sosialisasi dan pelatihan, tetapi juga simulasi serta praktik langsung mengenai manajemen kelembagaan, pencatatan keuangan dan strategi pemasaran digital.

“Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga melakukan diseminasi teknologi dengan menghibahkan mesin dan alat teknologi tepat guna untuk mendongkrak kapasitas produksi serta diversifikasi pengemasan,” katanya.

Bantuan mesin dan peralatan teknologi tepat guna tersebut merupakan hibah dari DPPM Unwiku tahun anggaran 2026. Peralatan langsung dimanfaatkan mitra untuk memproduksi keripik pisang sale dalam jumlah lebih besar.

Perubahan juga terlihat pada kemasan produk. Keripik pisang sale yang sebelumnya dipasarkan secara sederhana kini dikemas dalam berbagai ukuran, termasuk paket kecil yang dilengkapi logo dan merek dagang.

Intervensi teknologi dan manajemen tersebut membuat produk keripik pisang sale Desa Randegan memiliki identitas usaha yang lebih jelas sekaligus meningkatkan daya jual di pasaran.

Program yang didukung DPPM dan LPPM Unwiku ini juga memberikan manfaat akademik. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan mendapatkan rekognisi mata kuliah sebanyak enam SKS.

Tim PKM Unwiku berharap pendampingan tersebut tidak berhenti setelah program selesai. Pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan peralatan yang diberikan secara konsisten, mengembangkan variasi produk, serta memperluas pemasaran melalui platform digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....