BKN Dorong Pemanfaatan AI Agent dalam Manajemen Talenta dan Kinerja ASN

  • 12 Agt 2026 12:06 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID Purwokerto - Pemanfaatan AI Agent untuk mempercepat analisis potensi talenta dan kinerja ASN sekaligus mendukung transformasi digital dalam manajemen kepegawaian. Sebagaimana dari Seri Webinar Microsoft Elevate dan BKN bersama narasumber Teuku Yuza Mulia selaku pemateri webinar yang bertemakan "AI Agent untuk Pemetaan Talenta dan Kinerja ASN" di kanal Live Streaming Youtube @Pusbangsdmbkn, pada Selasa (11/8/2026).

Pemateri sendiri di sini sebagai praktisi yang telah bekerja lebih dari sepuluh tahun di bidang teknologi, termasuk di sektor e-commerce, teknologi pendidikan, serta pernah membantu sejumlah kementerian. Dalam penjelasannya, program Microsoft Elevate sendiri diarahkan untuk memberdayakan masyarakat melalui teknologi AI, peningkatan keterampilan digital, dan transformasi industri.

Transformasi digital dalam manajemen kepegawaian sebenarnya telah dilakukan BKN melalui berbagai layanan. Salah satunya adalah penerapan Computer Assisted Test (CAT) sejak 2014 dalam proses seleksi ASN. Selain itu, layanan administrasi kepegawaian juga semakin terdigitalisasi melalui sistem berbagi pakai dan MyASN sehingga berbagai proses dapat dilakukan secara lebih mudah tanpa bergantung pada dokumen fisik.

“Untuk hari ini sesinya akan berbicara tentang pembuatan AI agent untuk pemetaan talenta dan kinerja ASN,” ujarnya.

Pengembangan manajemen talenta menjadi salah satu fokus penting dalam transformasi tersebut. Melalui manajemen talenta, instansi pemerintah dapat menyusun profil kompetensi ASN secara lebih sistematis. Data mengenai kompetensi, potensi, dan kinerja pegawai kemudian dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan karier, rotasi, maupun pengisian jabatan.

Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu proses tersebut karena mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan lebih cepat. AI dapat membantu menemukan pola kinerja dan potensi pegawai yang mungkin sulit terlihat melalui analisis manual. Dengan demikian, pengambilan keputusan mengenai pengembangan talenta dapat lebih berbasis data.

Namun, penggunaan AI tidak berarti menggantikan peran manusia dalam menentukan keputusan. Hasil analisis AI tetap perlu diperiksa oleh asesor dan pengelola talenta agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi nyata pegawai. Penilaian manusia tetap diperlukan untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang tidak selalu dapat dibaca melalui data.

Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pemetaan talenta adalah nine-box talent management, yaitu pemetaan pegawai berdasarkan kinerja dan potensi. Hasil pemetaan tersebut dapat membantu instansi menentukan bentuk pengembangan yang sesuai, seperti pelatihan, penugasan, pendampingan, maupun pengalaman kerja.

“BKN mendorong setiap instansi membangun manajemen talenta internal agar memiliki profil kompetensi ASN,” lanjutnya.

Selain pemetaan talenta, AI juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pengembangan kompetensi ASN. Teknologi dapat memberikan rekomendasi pembelajaran sesuai kebutuhan pegawai dan membantu memantau perkembangan kompetensi. Meski demikian, proses pengembangan tetap membutuhkan pengalaman kerja, pembelajaran sosial, interaksi, serta bimbingan dari manusia.

Pada hal ini akan menciptakan pengelolaan talenta yang lebih cepat, objektif, dan berbasis data. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada kualitas data, tata kelola, perlindungan data, serta keterlibatan manusia dalam proses verifikasi dan pengambilan keputusan. Dengan perpaduan teknologi dan penilaian manusia, transformasi digital diharapkan mampu menghasilkan ASN yang lebih profesional, kompeten, dan adaptif terhadap kebutuhan pelayanan publik. (Fattah Zakaria)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....